Penjelasan 4 Pokok Pikiran Pembukaan UUD 1945

Bagi seluruh pelajar di Indonesia tentu kita tidak asing lagi dengan teks pembukaan UUD 1945. Teks pembukaan UUD 1945 hampir setiap hari senin dibacakan ketika pelaksanaan upacara bendera. Namun mungkin tidak seluruh dari kita yang mengetahui tentang 4 pokok pikiran pembukaan UUD 1945 yang terkandung di dalamnya.

Sebagai wawasan kebangsaan materi tentang pokok pikiran pembukaan UUD 1945 ini biasanya akan kita temui di tes semisal CPNS. Salah satu soal yang kami dapati dari simulasi CAT berbunyi seperti ini “Suasana kebatinan atau cita-cita hukum dasar RI terangkum dalam ….”. Secara umum mungkin kita mengetahui bahwa di dalam UUD 1945 terkandung cita-cita bangsa Indonesia karena sering kita dengar setiap minggunya.

empat pokok pikiran UUD 1945

Namun ada banyak yang tidak mengetahui jika di dalam UUD 1945 terkandung 4 pokok pikiran pembukaan UUD 1945. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang penjelasan 4 pokok pikiran pembukaan UUD 1945.

Pokok pikiran Pertama

Pokok pikiran pembukaan UUD 1945 pertama yang terkandung adalah berbunyi seperti berikut ini:

“Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Penjelasan dari pokok pikiran yang pertama adalah negara Indonesia dibentuk untuk dapat melindungi seluruh warga negara. Negara diwajibkan untuk mengutamakan kepentingan bersama dibandingkan mengutamakan kepentingan pribadi para pemimpinnya.

Pokok pikiran Kedua

Pokok pikiran kedua yang terkandung di dalam pembukaan UUD 1945 berbunyi seperti berikut ini:

“Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Dalam pokok pikiran yan gkedua menegaskan bahwa negara dan kita sebagai warga negara haruslah menghormati hak yang dimiliki oleh setiap orang. Semua orang yang berada di dalam Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama dan negara harus menjamin hak dan kewajiban tersebut dimiliki oleh setiap warga negara.

Pokok Pikiran Ketiga

Untuk pokok pikiran pembukaan UUD 1945 yang ketiga sekilas jika kita perhatikan seperti pancasila sila ke-4. Adapun pokok pikiran yang ketiga adlaah sebagai berikut:

“Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan”.

Pada pokok pikiran yang ketiga ini mempertegas bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang menganut paham demokrasi dimana pemerintahan dijalankan dengan berasaskan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Untuk lebih jelasnya silahkan baca nilai-nilai yang terkandung didalam pancasila, Nilai Yang Terkandung dalam Sila 1,2,3,4 dan 5.

Pokok Pikiran Keempat

Pokok pikiran yang terakhir adalah Pokok pikiran yang keempat yakni:

“Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar Kemanusiaan yang adil dan beradab”.

Didalam pokok pikiran pembukaan UUD 1945 yang keempat ini mengandung nilai pancasila dari sila ke 1 dan ke 2 dimana negara menjamin kebebasan semua wara negara untuk menganut sebuah keyakinan yang diakui oleh negara. Namun dalam pelaksanaannya juga harus memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab sehingga tidak dierkenankan untuk melakukan hal-hal negatif yang bisa mengganggu hak dan kewajiban semua warga negara khususnya dalam mengamalkan sila pertama Pancasila.

Oke, dari sedikit penjelasan diatas maka kita bisa menarik kesimpulan bahwa suasana kebatinan dan cita-cita hukum dasar NKRI berasal dari empat pokok pikiran pembukaan UUD 1945.


Pernah menuliskan salah satunya?

penjelasan pokok-pokok pikiran pada pembukaan uud 1945 (1), 

Leave a Reply