Perhitungan Subnetting IP Address kelas B dan A

Pokok Bahasan : Membuat Jaringan Lokal
Sub Pokok Bahasan : Subnetmask
Tujuan dan Sasaran : Peserta dapat menghitung subnetmask untuk masing-masing kelas.

Subnetting IP Address Kelas B

Pada materi sebelumnya kita telah belajar tentang bagaimana menghitung bilangan biner dan cara menghitung subnetting IP Address kelas C. Untuk materi selanjutnya kita akan belajar bagaimana cara menghitung subnetting kelas B dan A. Sebenarnya cara yang digunakan sama saja dengan perhitungan subnetting untuk IP kelas C. Hanya saja untuk blok oktet subnetmasknya kita menggunakan 2 oktet terakhir.

perbandingan kelas

Yang harus diperhatikan adalah perbedaan perhitungan CIDR /17 sampai CIDR /24 dengan CIDR /25 sampai CIDR/30.

Untuk perhitungan subnetting CIDR /17 sampai CIDR /24 caranya sama seperti pada kelas C. Hanya saja yang kita masukan bukan hanya oktet ke empat tapi maju hingga oktet ketiga atau 2 oktet terakhir.

Sedangkan untuk perhitungan subnetting CIDR /25 sampai CIDR /30 cara perhitungannya sama hanya yang membedakan adalah ketika menentukan broadcast yang valid yang kita masukan terlebih dahulu adalah oktet ke 4. Jika untuk oktet ke empat telah selesai (sampai 255) maka selanjutnya kita masuk ke oktet ke 3.

Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

 

Selanjutnya untuk lebih memahamkan pemahaman kita tentang subnetting kelas B, kita akan mencoba menganalisis subneting IP address kelas B menggunakan CIDR rentang /17 sampai /24.

IP Address 172.16.0.0/18

Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut ini:

subnetting kelas B

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).

Penghitungan:

    1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
    2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
    3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
    4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0
172.16.64.0
172.16.128.0
172.16.192.0
Host Pertama
172.16.0.1
172.16.64.1
172.16.128.1
172.16.192.1
Host Terakhir
172.16.63.254
172.16.127.254
172.16.191.254
172.16.255.254
Broadcast
172.16.63.255
172.16.127.255
172.16.191.255
172.16..255.255

Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid =
Subnet 172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 172.16.255.255

Jika masih bingung coba pahami perlahan. Baca kembali cara menghitung subnetting kelas B di atas.

Subnetting IP Address Kelas A

Jika kita sudah memahami perhitungan subnetting untuk kelas C dan B maka kita tidak akan begitu kesulitan untuk menghitung subnetting pada kelas A. Karena konsep dasar dari perhitungan subnetting untuk tiap kelas sama saja. Hanya saja kita harus lebih teliti dalam melakukan perhitungan. Yang membedakan antara kelas A, B dan C adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.

Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.

subnetting kelas A

Analisa:

  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid =
Subnet 10.0.0.0 10.1.0.0 10.254.0.0 10.255.0.0
Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 10.254.0.1 10.255.0.1
Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 10.254.255.255 10.255.255.255

Jika masih belum memahami jangan pernah sungkan untuk bertanya. Bertanyalah asal anda telah mencoba.


Pernah menuliskan salah satunya?

subnetting kelas b (33), cara menghitung subnetting kelas B (15), subneting kelas b (14), subnetting kelas a (9), contoh subnetting kelas a (9), contoh soal subnetting kelas b (8), cara menghitung subnetting kelas a (7), menghitung subnetting kelas b (7), contoh soal subnetting kelas a (7), cara menghitung subnet kelas b (7), subnetting ip kelas b (6), cara menghitung ip address kelas b (6), https://www siputro com/2015/06/perhitungan-subnetting-ip-address-kelas-b-dan-a/ (5), perhitungan subnetting mask 18 kelas B (5), contoh soal subnetting kelas A dan B (4), cara menghitung subneting kelas B (4), cara menghitung ip kelas B (4), perhitungan subnetting kelas b (4), Cara menghitung subn (3), materi subneting ip adress kelas A dan kelas B (3), host per subnet di kelas b (3), perhitungan subnetting (3), cara menghitung subnet (3), belajar subnet dan kelas (3), cara menghitung subneting (3), 

Leave a Reply