Menghitung Bilangan Binnary dan Teknik Subnetting

Pokok Bahasan : Membuat Jaringan Lokal
Sub Pokok Bahasan : Pembatasan IP Address
Tujuan dan Sasaran : Peserta didik dapat menghitung  bilangan binnary, subnetmask, dan membagi subnetmask (IP network, IP valid, IP  broadcast, range IP Address).

Cara Menghitung Bilangan Binnary

Bilangan binnary atau bilangan biner adalah bilangan yang digunakan sebagai penulisan angka dengan menggunakan simbol angka 0 dan 1. Bilangan biner yang ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz ini dapat mewakili bilangan desimal hanya dengan menggunakan simbol angka 0 dan 1. Sedangkan bilangan desimal adalah sistem angka bilangan yang dilambangkan oleh 10 angka yakni 0,1,2,3,4,5,6,7,8 dan 9. Perhitungan bilangan biner ini nantinya akan berfungsi untuk menghitung jumlah bit yang digunakan pada sebuah ip address, dimana jumlah untuk setiap blok ip address adalah 8 bit sehingga total bit ip address untuk IPV4 adalah 32 bit.

Untuk lebih mempermudah pemahaman, lihat contoh berikut ini:

Penting!!!

Desimal = 0,1,2,3,4,5,6,7,8, dan 9 = dilambangkan dengan X(10)

Biner = 0 dan 1 = dilambangkan dengan  X(2)

catatan : perhatikan 3 buah angka 0 didepan atau sebelah kiri, penambahan 3 buah angka 0 tersebut agar nilai biner menjadi 8 bit.

perhitungan bilangan binner

Latihan :

1.  30 (10) = ……….. (2)

2.  40 (10) = ……….. (2)

3.  50 (10) = ……….. (2)

4.  60 (10) = ……….. (2)

5.  103 (10) = ……….. (2)

6.  120 (10) = ……….. (2)

7.  135 (10) = ……….. (2)

8.  158 (10) = ……….. (2)

9.  191 (10) = ……….. (2)

10.  210 (10) = ……….. (2)

 

Cara Konversi Biner ke Desimal:

konversi biner ke desimal

Latihan :

1.   01010101 (2) = ……….(10)

2.   01010000 (2) = ……….(10)

3.   00000101 (2) = ……….(10)

4.   11110000 (2) = ……….(10)

5.   00001111 (2) = ……….(10)

6.   00110011 (2) = ……….(10)

7.   11001100 (2) = ……….(10)

8.   10101010 (2) = ……….(10)

9.   11100011 (2) = ……….(10)

10.   00011100 (2) = ……….(10)

 

Tekhnik Penghitungan Subnetting

Setelah kita bisa menghitung 8 bit bilangan biner maka selanjutnya kita akan melakukan perhitungan subnetting. Subnetting adalah tekhnik yang digunakan untuk memanfaatkan 32 IP address agar dapat digunakan lebih efisien. Dikatakan efisien karena dengan tekhnik subnetting maka kita bisa membatasi IP address yang kita gunakan sehingga tidak bergantung pada pembagian kelas A,B dan C. Dengan kata lain tekhnik subnetting ini membantu kita untuk membuat jaringan atau network dengan batasan yang lebih realistis sesuai dengan kebutuhan.

Setidaknya ada 4 hal penting yang menjadi tugas kita dalam melakukan penghitungan subnetting yaitu Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.

Umumnya penulisan IP address adalah 192.168.1.2. Namun dalam beberapa kesempatan biasanya kita melihat IP address ditulis seperti 192.168.1.2/24. Karena IP address termasuk kelas C dan IP address ditulis seperti itu maka kita bisa langsung menentukan subnetmask yang digunakan yakni 255.255.255.0.

Bagaimana bisa seperti itu?

Kuncinya adalah tambahan angka /24 yang berarti ada 24 bit subnetmask yang diselubungi dengan binari 1. Konsep ini disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar berikut:

tekhnik subnetting

Untuk mempermudah kita bisa menggunakan tabel subnet mask dibawah ini:

Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

 

Subnetting Pada IP Address Kelas C

Analisis Subnetting pada IP Address kelas C

Contoh: IP address 192.168.1.0/26

Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

Penghitungan: Yang harus dicari dalam subnetting ada 4 yaitu jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Kita akan menyelesaikannya satu per satu.

    1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
    2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
    3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
    4. Host dan broadcast yang valid = (host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya)
Subnet
192.168.1.0
192.168.1.64
192.168.1.128
192.168.1.192
Host Pertama
192.168.1.1
192.168.1.65
192.168.1.129
192.168.1.193
Host Terakhir
192.168.1.62
192.168.1.126
192.168.1.190
192.168.1.254
Broadcast
192.168.1.63
192.168.1.127
192.168.1.191
192.168.1.255

Kita telah menyelesaikan perhitungan subnetting IP address kelas C.

Biasanya untuk keadaan dilapangan biasa kita diminta untuk membuat jaringan yang terbatas untuk beberapa komputer saja. Untuk itu kita akan coba menganalisis perhitungan subnetting yang diperlukan untuk membuat jaringan terbatas pada 30 komputer.

Menentukan IP Address hanya untuk 30 Komputer

Analisis Subnetting untuk 30 komputer (IP yang digunakan adalah 192.168.1.0)

Karena yang dibutuhkan adalah 30 komputer maka kita akan mulai dari jumlah host per subnet, dimana yang kita butuhkan hanya 30 komputer maka,

Jumlah host per subnet = 2y – 2 = 30, maka y = 5, sehingga didapat subnet mask biner 11111111.111111111.111111111.11100000 (ingat y adalah banyaknya binnary 0)

Dari subnet mask tersebut bisa kita tentukan jaringan akan menggunakan subnet mask dengan CIDR /27 yakni 255.255.255.224

Selanjutnya kita bisa menentukan jumlah subnet = 2x, dimana x = 3 (jumlah 1 pada oktet terakhir) dan didapat jumlah subnet = 8

Blok Subnet = 256 – 224 (nilai oktet terakhir) = 32

Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224

Host dan broadcast yang valid = (host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya)

Subnet
192.168.1.0
192.168.1.32
192.168.1.64
       dst…
Host Pertama
192.168.1.1
192.168.1.33
192.168.1.129
Host Terakhir
192.168.1.30
192.168.1.62
192.168.1.190
Broadcast
192.168.1.31
192.168.1.63
192.168.1.191

 

Selanjutnya kita tinggal mensetting IP address dan subnet mask pada komputer yang akan digunakan:

  • untuk 30 komputer IP yang digunakan adalah 192.168.1.1 sampai 192.168.1.30
  • sedangkan untuk subnet mask 30 komputer sama yakni 255.255.255.224

 

Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2


Pernah menuliskan salah satunya?

mencari subnet maks desimal (3), star untuk menghitung host untuk angka nol (2), Bilangan piner pada pembuatan subneting (2), bilangan subnetmask ke binary (2), cara mencari biner /24-/30 (2), cara konversi ip address ke banner (1), cara konversi subnetmask ke biner (1), cara mehitung ip address ke biner (1), cara membinerkan 192 (1), cara mencari subnet desimal (1), cara menentukan subnetting dengan menghitung jumlah pc (1), cara menentukan subnetting siputro com (1), cara menghitung 8 subnet di 40 pc (1), cara hitung tabel biner (1), cara hitung ip address 10 ke biner (1), cara cepat menghitung angka biner dalam subnetting (1), apa itu binari pada subneting (1), tekhnik menghitung jaringan pada ikan (1), bilangan desimal oktet terahir subnet (1), biner (1), Biner angka 24 (1), biner dalam subnetting (1), biner from 192 168 1 0 (1), biner pada soal 192 162 1 0/23 (1), cara batasi ip address dengan subnet mask (1), 

Leave a Reply