Pengertian Hukum Islam dan Penggolongannya

Salah satu hukum yang biasa digunakan sebagai rujukan atau sumber hukum di Indonesia adalah hukum Islam. Hal ini disebabakan karena negara Indonesia memiliki mayoritas penduduk yang memeluk agama Islam. Bahkan Indonesia adalah negara Islam terbesar di dunia. Lantas apakah yang dimaksud hukum Islam itu sendiri? Pada postingan kali ini saya akan coba membahas tentang pengertian hukum islam.

Hukum Islam adalah hukum yang bersumber pada agama Islam dan menjadi bagian di dalam agama Islam. Bahkan kata hukum yang saat ini digunakan di Indonesia berasal dari kata hukm yang berarti norma atau kaidah. Namun biasanya orang akan sulit membedakan sistem hukum Islam apabila tidak tahu betul tentang konsep. Selanjutnya kita akan membahas konsepsi tentang hukum, hukm dan ahkam, syariah atau syariat, fiqih atau fiqh dan beberapa istilah hukum Islam lain.

Hukum

Secara umum pengertian hukum adalah seperangkat aturan yang mengatur hidup manusia dan bersifat mengikat dan memaksa. Hukum bisa berbentuk tak tertulis seperti hukum adat dan bisa berbentuk tertulis berupa undang-undang seperti hukum barat. Tidak seperti hukum islam yang tidak hanya mengatur hubungan manusia secara horizontal namun juga secara vertikal, hukum barat hanya mengatur hubungan manusia secara perorangan atau kelompok saja.

Hukm dan Ahkam

Hukm berarti norma atau kaidah yakni ukuran, tolak ukur patokan dan pedoman yang digunakan untuk menilai tingkah laku manusia. Hubungan antara perkataan hukum dalam bahasa Indonesia dengan hukm dalam bahasa arab  memang erat sekali, sebab, setiap peraturan apa pun macam dan sumbernya mengandung norma atau kaidah sebagai intinya (Hazairin, 1982:68).

Dalam hukum islam adalah 5 kaidah hukum yang dapat digunakan sebagai tolak ukur atau pedoman untuk mengukur perbuatan manusia. Berikut ini 5 kaidah hukum yang dapat digunakan sebagai tolak ukur atau pedoman:

  1. ja’is atau ibahah
  2. sunnat
  3. makruh
  4. wajib
  5. haram

(Sajuti Thalib, 1985:16)

Kelima kaidah ini dalam pustaka hukum Islam juga disebut sebagai taklifi yakni norma atau kaidah hukum Islam yang mungkin mengandung kewenangan terbuka, yaitu kebebasan memilih untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu perbuatan yang disebut ja’iz, mubah atau ibahah. Namun tidak menutup kemungkinan di dalam taklifi ada anjuran untuk melakukan sesuatu yang apabila hal tersebut dilakukan dapat mendatangkan manfaat bagi pelakunya (sunnat). Mungkin juga mengandung perintah wajib (fardu, wajib) ataupun berisikan tentang larangan-larangan (haram).

Penjelasan lebih lanjut, hukum taklifi adalah bagian dari hukun syara’ atau syar’i atau yang biasa kita dengar adalah hukum syariat. Selain hukum taklifi ada pembagian lain pada hukum syariat yakni hukum wadhi. Hukum wadhi adalah hukum yang mengandung sebab, syarat dan halangan terjadinya hukum dan hubungan hukum. Hkum wadhi sendiri memiliki 3 kandungan hukum.

Berikut ini 3 kandungan hukum wadhi:

  1. Sebab, sesuatu yang tampak dan dijadikan tanda hukum
    contoh: kematian menjadi sebab hukum waris, dan pernikahan menjadi sebab halalnya hubungan suami istri
  2. Syarat, sesuatu yang kepadanya bergantung pada hukum
    contoh: syarat wajib mengeluarkan zakat harta jika telah mencapai nisab
  3. Halangan atau mani’, sesuatu yang dapat menghalangi hubungan hukum
    contoh: pembunuhan menghalangi hubungan waris

Pada artikel selanjutnya akan dilanjutkan penjekasan tentang syariat dan fiqih.


Pernah menuliskan salah satunya?

contoh hukum islam dalam arti tertulis (1), hukum islam menjadi hukum filter dari hukum internasional (1), kaidah-kaidah hukum islam (1), perbedaan kaidah hukum yang horizontal dan vertikal dalam hukum islam (1), 

Leave a Reply