Teknik Dasar Dalam Fotografi Arsitektur

Dunia fotografi itu sangat luas dan ada sangat banyak objek yang bisa menjadi target Anda bahkan bisa menjadi fokus dalam fotografi Anda setaip harinya. Bila sebelumnya saya pernah mengulas sekilas mengenai fotografi makanan yang kini juga menjadi salah satu profesi menarik, maka kali ini saya akan mencoba mengulas fotografi arsitektur yang juga bisa menjadi pilihan profesi.

Teknik Dasar Dalam Fotografi Arsitektur

Dunia arsitektur juga sebuah dunia yang menarik. Karena dalam dunia arsitek terdapat beragam warna dan tekstur. Setiap bangunan punya pesona masing-masing dengan sentuhan yang bernilai seni. Inilah yang bisa menjadi ekspose Anda.

Menariknya, fotografi arsitektur ini memiliki banyak konsumen. Anda bisa mendapatkan konsumen dari pasar dunia rancang bangun hingga konsumen awam yang hanya tertarik pada desain sebagai ilmu tambahan mereka, atau inspirasi mereka.

Lalu untuk mendapatkan foto yang menarik dalam fotografi arsitektur, apa yang harus Anda lakukan? Beberapa hal ini bisa menjadi jawaban Anda.

  1. Kelilingi bangunan terlebih dulu dan pahami setiap detil dari bangunan, temukan konsep dasarnya, ciri khasnya dan juga identifikasinya. Beberapa gedung memiliki ciri sangat khas, atau memiliki suatu poin yang bisa menjadi identifikasinya. Misalkan memotret bangunan ruma gadang yang sekilas sama saja dengan banyak rumah panggung lain kecuali sudut tajam pada sisinya sebagai identifikasi.
  2. Jauhi bangunan, dan temukan angle yang bisa mendapatkan keseluruhan bagian bangunan dari sudut pandang terbaik. Lebih sempurna bila Anda bisa membangun sebuah cerita dengan melibatkan outsiders ( bagian luar dari gedung) dalam foto dan mengkoneksikannya dengan gedung. Seperti memotret gedung DPR dengan menyertakan para kesatuan pengamanan di depannya.
  3. Bidik dengan meletakan fokus pada poin identifikasi bisa memberikan Anda foto yang bernilai seni dan arsitek tinggi.
  4. Bidik pula beberap detil khusus yang memberi Anda pesona unik dari bangunan, misalkan detil ukiran, detil pilar atau detil pagar. Ciptakan efek blur pada sisi lain untuk menajamkan gambar dan bisa pula membangun cerita dari efek blur ini.
  5. Bidik bangunan dari sudut rendah dan wide lens dan hasilkan foto wide yang cantik untuk bangunan.
  6. Jangan lupa bidik gambar untuk menggambarkan desain bangunan, lakukan dari beragam sudut untuk membantu konsumen foto menggambarkan seluruh bentuk bangunan secara utuh.
  7. Kadang kala memotret arsitektur tidak selalu berarti pemotretan outdoor, karena kadang kala sisi dalam arsitektural bangunan juga sangat menarik anda eskpose. Jadi atur kamera Anda untuk set indoor dan lakukan cara seperti poin 1 -6.

Leave a Reply