Tips Memotret Sunset dan Sunrise

Salah satu bentuk foto landscape yang cukup legendaris adalah foto sunset dan sunrise. Rasa-rasanya ini adalah jenis foto landscape yang paling banyak Anda temui bukan? Ini karena dimanapun, baik itu di pantai, di puncak gunung, di antara gedung pencakar langit, atau di tengah savana datang dan erginya matahari selalu menghadirkan pesona yang sangat pantas Anda abadikan.

tips memotret sunset dan sunrise

Tapi mengabadikan sunset dan sunrise, tidak sesederhana kelihatannya. Mungkin beberapa tips ini bisa membantu Anda menghasilkan foto sunset dan sunrise yang memuaskan.

  1. Pilih lokasi dan waktu
    Sunset dan sunrise bisa terjadi dimana saja, di seluruh penjuru dunia. Untuk setiap lokasi Anda akan menemukan pesonanya masing-masing. Indahnya sunrise di gunung bromo tentu akan berbeda dengan sunrise di sebuah pulau di kepulauan Seribu.
    Satu hal yang pasti datanglah sekitar 2 – 3 jam dari waktu terbenam atau terbit matahari. Karena Golden time muncul sekitar 1,5 jam sebelum sampai 30 menit setelah terbit tau tenggelam. Amati terus matahari jangan sampai Anda kelewatan momentum.
  2. Tentukan objek sebagai fokus
    Sekedar menjadikan matahari sebagai fokus dari gambar akan memberi kekosongan komposisi pada foto. Jadi pilihlah fokus di depan matahari, bisa orang, pohon, perahu, puncak gunung, atau apapun yang bisa Anda tampilkan secara estetis dalam foto. Kreativitas Anda berbicara disini.
    Anda bisa gunakan sistem siluet dengan mengarahkan metering kamera ke matahari dan meletakkan fokus pada objek. Anda juga bisa memperlihatkan sosok objek secara utuh dengan menggunakan flash eksternal.
  3. Gunakan filter lensa
    Filter lensa bisa memberi efek warna tertentu pada gambar, terutama filter ND, GND atau CPL. Hasil foto bisa lebih dramatis dan magis berkat penggunaan filter ini.
  4. Gunakan lensa Wide
    Pada umumnya para fotografer landscape memang cukup menggemari lensa wide. Karena efek luas dan dalam dari lensa ini juga memberi kesan dramatis pada gambar. Ada pula yang menggunakan lensa tele untuk mendapatkan detil khusus. Lagi-lagi ini memerlukan kreativitas Anda sebagai fotografer.
  5. Gunakan White Balance Cloudy
    White balance berfungsi mengatur kontras pada gambar, sesuai dengan jumlah cahaya yang masuk. Cloudy artinya mendung dimana cahaya tidak maksimal. Jadi ini bisa membantu Anda mengatasi minimnya cahaya, sekaligus memberi Anda kontras warna yang memuaskan.
  6. Gunakan Spot Metering
    Spot metering ini berfungsi untuk mengatur eksposure dengan tepat. Ekspos Anda adalah matahari, tapi Anda juga harus menyertakan objek di depan matahari sebagai objek utama. Dengan spot metering Anda bisa mengekspose keduanya dengan tepat.
  7. Gunakan tripod dan shutter release
    Anda mungkin sudah tau, dalam kondisi rendah cahaya, maka aperture harus Anda besarkan. Aperture yang besar akan membuat shutter speed Anda lambat, bisa beberapa detik per shutter. Sedikit saja getaran akan muncul pada gambar dan ini bukan hal yang Anda harapkan bukan? Jadi jangan lupa gunakan tripod dan shutter release.

Pernah menuliskan salah satunya?

kamera yang tepat untuk mengabadikan sunset dan sunrise puncak gunung (1), 

Leave a Reply