Lebih Jauh Mengenai Aperture

Sebelumnya kita pernah membahas mengenai dasar-dasar istilah dalam dunia fotografi. Secara umum disitu sudah dibahas mengenai apa itu aperture.Tapi tentu saja penjelasan yang terdapat dalam artikel tersebut sama sekali belum memberi Anda gambaran jelas mengenai apa itu aperture sebenarnya.

lebih jauh mengenai aperture

Memang sedikit terlambat sementara kita sudah beberapa kali membahas perihal teknis mengenai pemotretan, baik pemotretan landscape, pemotretan model dan sebagainya dan kini kita baru mengupas lebih jauh mengenai aperture.

Tapi lebih baik terlambat dari pada tidak kan? Setidaknya secara umum Anda mendapat cukup gambaran pemanfaatan dari aperture dalam prakteknya.

Secara umum aperture adalah ukuran bukaan lensa. Ini berkaitan dengan banyaknya jumlah cahaya yang masuk mengenai sensor. Ketika Anda menekan tombol shutter, maka pada saat itulah lensa dalam kamera terbuka dan memasukan cahaya ke sensor. Aperture inilah yang mengatur besaran cahaya yang bisa menembus lensa dan mengenai sensor.

Salah satu yang khas pada aperture range adalah kode berupa f /3,6 atau f/5,6. Apa artinya?

Ini adalah kode atau satuan dari aperture untuk menggambarkan besarnya bukaan lensa.  Semakin kecil angka maka semakin besar bukaan lensa demikian pula sebaliknya. Jadi f/3,6 tentu menerima cahaya lebih besar dibanding bila set aperture sebesar f/5,6.

Seperti sudah pernah di katakan pula pada artikel yang tadi disebutkan, kalau aperture memiliki kaitan erat dengan depth of focus atau DOF. Ini adalah kode untuk fokus dari lensa terhadap objek.  DOF akan menentukan luasnya fokus yang diambil pada foto. DOF yang besar  akan membuat seluruh foto akan tajam secara seimbang, artinya fokusnya luas. Sedang untuk DOF kecil, maka hasil foto hanya akan fokus pada satu titik saja, sedang pada bagian lain dibiarkan blur.

Untuk mengatur DOF ternyata menggunakan sistem aperture tadi. Untuk DOF besar Anda perlu membesarkan aperture sedang untuk mengecilkan DOF justru Anda harus mengecilkan aperture pada kamera Anda.

Sudah lebih jelas bukan mengenai aperture. Yang jelas teori dalam fotografi tetap membutuhkan banyak praktek. Jadi selamat berlatih dan Anda akan lihai dengan aperture dari kamera Anda.

Leave a Reply