Teknik dan system Pemungutan Pajak

Dalam proses pemungutan  pajak tentunya tidaklah sembarangan, karena ada beberapa tehnik dalam pemungutan  pajak yang di lakukan  oleh pemerintah. Sebagai pemahaman awal perlu diketahuai erbedaan mendasar antara pajak dan retribusi adalah terletak pada timbal balik langsung. Untuk pajak tidak ada timbal balik langsung kepada para pembayar pajak, sedangkan untuk retribusi ada timbal balik langsung kepada pembayar retribusi. Dalam hal ini terdapat tiga cara dalam memungut pajak yang dikategorikan kedalam tiga golongan.

  • Yang prtama adanya wajib pajak yang menentukan sendiri jumlah pajak yang terutang sesuai dengan ketentuan undang-undang perpajakan. Dalam bagian ini cara pembayaran dapat dilakukan dengan, Meterai, Pembayaran ke kas Negara. Dimana fiskus membatasi diri pada pengawasan, kadang kadang incidental atau secara teratur.
  • Selain itu juga ada kerja sama antara wajib pajak dan Fiskus dalam bentuk Pemberitahuan sederhana dari wajib pajak, Pemberitahuan yang lengkap dari wajib pajak.
  • Yang ketiga Fiskus menentukan sendiri jumlah pajak yang terutang.

 

Selain itu pula perlu diketahui yang pada dasarnya ada empat macam system pemungutan pajak yaitu:

 

  1. Official assessment system merupakan suatu pemungutan pajak yang memberi wewenang kepada pemungut pajak untuk menentukan besarnya pajak yang harus dibayar oleh seseorang. Dengan sistem ini masyarakat bersifat pasif dan menunggu dikeluarkannya suatu ketetapan pajak oleh Fiskus. Besarnya utang pajak seseorang baru diketahui setelah adanya surat ketetapan pajak.
  2. Withholding system merupakan suatu system pemungutan pajak yang memberi wewenang pada pihak ketiga untuk memotong atau memungut besarnya pajak yang terutang. Pihak ketiga yang telah ditentukan tersebut selanjutnya menyetor dan melaporkannya kepada fiskus. Pada sistem ini fiskus dan wajib pajak tidak aktif, fiskus hanya bertugas mengawasi saja pelaksanaan pemotongan atau pemungutan yang dilakukan oleh pihak ketiga.
  3. Semi self assessment system merupakan suatu system pemungutan pajak yang memberi wewenang pada fiskus dan wajib pajak untuk menentukan besarnya pajak seseorang yang terutang. untuksistem ini pada setiap awal tahun pajak Wajib Pajak menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang untuk tahun berjalan yang merupakan angsuran bagi Wajib pajak yang harus disetor sendiri. Kemudian pada akhir tahun pajak fiskus menentukan besarnya utang pajak yang sesungguhnya berdasarkan data yang dilaporkan oleh Wajib Pajak.
  4. Self assessment systemmerupakan suatu system pemungutan pajak yang memberikan wewenang penuh kepada wajib pajak untuk menghitung, memperhitungkan, menyetorkan, dan melaporkan sendiri besarnya utang pajak. Dalam sistem ini Wajib pajak yang aktif sedangkan Fiskus tidak turut campur dalam penentuan besarnya pajak yang terutang seseorang, kecuali Wajib Pajak melanggar ketentuan yang berlaku.

 

Nah itulah beberapa tehnik dalam pemungutan pajak yang perlu diketahui.


Pernah menuliskan salah satunya?

sistem pemungutan pajak (47), teknik pemungutan pajak (43), semi self assessment system (16), sistem pemungutan pajak daerah (13), apa yang dimaksud dengan withholding system (8), pengertian with holding system (6), tehnik pemungutan pajak (5), semi self assesment system (5), pengertian official assesment system (5), pengertian semi self assessment system (4), with holding system adalah (4), tekhnik pemungutan pajak (3), 4 sistem pemungutan pajak (3), contoh semi self assessment system (3), arti semi self assesment system dalam sistem pemungutan pajak (3), proses pemungutan pajak (2), pengertian oftcial assessment system (2), pengertian official assemeny (2), contoh official assessment system (2), teknik pengumpulan pajak (2), proses pemunggutan pajak (2), pengertian official assesssment (2), apa yang dimaksud dengan self assessment system pada tahun 2017 (2), https://www siputro com/2013/02/teknik-dan-system-pemungutan-pajak/ (2), arti dari halding system (1), 

Leave a Reply