siputro.com

Home » PPKn » Cara Menghitung Pajak Penghasilan (PPh)

pasang iklan murah

Cara Menghitung Pajak Penghasilan (PPh)

October 29th, 2012 Admin 6379 Views 2 Comments

Kali ini mungkin artikel yang saya tulis bisa dikatakan curhat karena cara menghitung pajak penghasilan atau PPh berdasarkan pasal 21 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2000 yang saya temui di kampus sedikit mengganjal di hati saya. Dan maksud saya mempostingnya mungkin saja nanti ada pakar hukum atau pakar ekonomi yang tidak sengaja melihat postingan ini dan mau sedikit menjelaskan bagaimana cara menghitung PPh yang benar atau ini memang sudah benar.

Bagi anda yang memang mencari tentang cara menghitung PPh jangan khawatir karena sebenarnya cara ini sudah benar berdasarkan buku pedoman yang saya gunakan, Pengantar Hukum Pajak yang ditulis oleh H. Bohari, S.H., M.S. Hanya saja sedikit keterangan yang kurang dijelaskan di buku dan penjelasan berbeda yang saya dapat dari dosen saya membuat saya sedikit kebingungan.

Berikut ini cara menghitung pajak penghasilan (PPh) yang saya dapat:

Langkah pertama kita harus mencari penghasilan netto (penghasilan bersih) 1 tahun.

Tarif wajib pajak pribadi x Penghasilan 1 bulan x 12

 

Langkah kedua, kita mencari PTKP atau penghasilan tidak kena pajak.

Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2000, struktur dan besarnya PTKP adalah sebagai berikut:

  1. Rp. 2.880.000.- untuk diri wajib pajak pribadi
  2. Rp. 1.440.000.- untuk tambahan wajib pajak yang sudah kawin
  3. Rp. 2.880.000.- untuk istri yang penghasilannya digabung dengan suami
  4. Rp. 1.440.000.- untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda garis lurus eturunan serta anak angkat paling banyak 3.

Cara menghitungnya tinggal menyesuaikan dengan kasus yang kita temui apakah wajib pajak sudah menikah atau belum, apakah penghasilan suami digabungkan dengan istri atau tidak dan apakah wajib pajak memiliki anak atau belum. Selanjutnya tambahkan semuanya dan kita akan mendapatkan PTKP.

 

Langkah ketiga, kita harus mencari PKP 1 tahun.

Cara untuk mendapatkan PKP dalam 1 tahun adalah sebagai berikut:

PKP = Penghasilan netto – PTKP

 

Langkah keempat, kita akan mencari PPh. Caranya adalah sebagai berikut:

PPh = PKP x BUT (Wajib pajak badan dan bentuk usaha tetap)

 

Contoh di dalam sebuah kasus:

Darwan bekerta di PT. Kalang Kabut dengan gaji perbulan sebesar 1 juta rupiah. Darwan wajib membayar iuran pensiun kepada perusahaan sebesar Rp. 40.000.-. Darwan memiliki seorang anak dan satu istri. Hitunglah pajak PPh perbulan yang dikenakan kepada Darwan!

Jawab:

Dik: Gaji per bulan = 1 juta

Iuran wajib per bulan = 40.000

Dit: Pajak PPh dalam 1 bulan = …?

Jawab:

Penghasilan netto

= gaji x 12 x tarif wajib pajak pribadi

= 1.000.000 x 12 x 5% (rentang 0-25 juta)

= 10.920.000.-

PTKP 1 tahun

= wajib pajak + wajib pajak sudah menikah + 1anak

= 2.880.000 + 1.440.000 + 1.440.000

= 5.760.000.-

PKP 1 Tahun

= penghasilan netto – PTKP 1 tahun

= 10.920.000 – 5.760.000.-

= 5.160.000.-

PPh 1 tahun

= PKP 1 tahun x tarif BUT

= 5.160.000 x 10% (rentang 0-50 juta)

= 516.000.-

PPh 1 bulan

= PPh 1 th. : 12

= 516.000 : 12

= Rp. 43.000.-

Rujukan: Bohari. 2001. Pengantar Hukum Pajak. Jakarta: Raja Grafindo persada

 

Bagaimana apakah ada kesalahan dari cara menghitung PPh di atas? Mohon koreksinya.

Note: yang saya bingung adalah nominal 10 % yang ada di bagian terakhir itu tarif BUT atau bukan karena di buku tidak ada penjelasannya. Namun secara logika dan jika di lihat dari pasal 21, 10 % itu lebih mengarah wajin pajak badan dan bentu usaha tetap (BUT) dengan rentang penghasilan 0-50 juta.


Pernah menuliskan salah satunya?

cara menghitung pajak penghasilan (138), cara menghitung pph (112), rumus pph (38), rumus pajak penghasilan (37), rumus mencari pph (17), cara mencari pajak penghasilan (16), rumus mencari pajak penghasilan (13), cara mencari pph (13), rumus pajak (10), rumus menghitung pajak penghasilan (10), perhitungan pajak penghasilan 2013 (9), menghitung pajak penghasilan (9), cara menghitung pajak penghasilan perusahaan (7), cara membuat pajak penghasilan (6), rumus perhitungan pajak penghasilan (6), rumus penghitungan pajak penghasilan (5), rumus menghitung pph (5), rumus pajak PPH (5), cara hitung pajak penghasilan (5), menghitung pph (4), cara menghitung pajak penghasilan per bulan (4), cara menghitung pajak penghasilan bulanan (4), cara menghitung pajak pph (4), berapa penghasilan perbulan yang dikenakan pajak (4), menghitung pajak penghasilan 2013 (4), 

Anda baru saja membaca Cara Menghitung Pajak Penghasilan (PPh). Artikel ini ditulis di dalam kategori PPKn. Anda bebas mengshare artikel ini, namun gunakanlah etika yang baik dengan tetap menuliskan sumber link artikel Cara Menghitung Pajak Penghasilan (PPh) ini.
Daftarkan email anda untuk berlangganan artikel kami:
Jangan lupa konfirmasi via email, ya!

Commonwealth Life Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik Indonesia

Artikel lain:

2 Responses to “Cara Menghitung Pajak Penghasilan (PPh)”

  1. tanyaPAJAK says:

    PTKP yang anda gunakan itu sudah tidak berlaku lagi. Mulai tahun 2013 PTKP Rp24.300.000 u/ WP lihat di PMK-162/PMK.011/2012 tentang Penghasilan Tidak Kena Pajak tahun 2013. Silahkan follow akun twitter kami di @tanyaPAJAK :)

    • inoputro says:

      wah ini ni yang saya tunggu-tunggu :)
      terima kasih penjelasannya
      tapi biar bagaimanapun informasi yang saya dapat dari sebuah buku jadi mungkin perlu banyak sosialisasi lagi tentang PTKP yang baru terutama di perkuliahan perguruan tinggi..
      o iya bagaimana dengan teori tentang BUT yang saya gunakan? apakah sudah benar?

 

Leave a Reply to this Post

= 3+4 [required]

Pasang Iklan, SEO Jaguars, Jaguar 2, Fair Gadget, Yoetama, Terapi Diabetes, Dana Usaha

Cerpen Sobat
  • Menara Angin

    cerpen menara angin

    [...] Kami nggak mentingin pertemuan sebagai alasan buat ngehambat hubungan ini, yang jelas kami cocok satu sama lain. Di saat kelulusan nanti waktu yang tepat. [...]

  • Zee’s Hand Diary

    nikah lo pikir mudah

    [...] Ini diaryku kisah tentang hidupku kisah nyataku. Tak peduli sebesar apa ketidaksukaan orang lain bagiku cemo’ohan mereka, penyemangat kebangkitanku. [...]

  • Kesuma Bunda (Ibuku Pahlawanku)

    nikah lo pikir mudah

    [...] Bunda nggak nyangka anakku sendiri bahkan tak bisa bersikap baik padaku. Mungkin ini memang salah Bunda yang nggak pernah menceritakan semuanya padamu [...]

  • Ku Hampir Kuncup

    ku hampir kuncup

    [...] “Oh, tidak. Ya Allah apakah sekeras ini cobaan yang Engkau berikan?” Rintihku mrnyesakkan dada, hingga rasanya aku tak sanggup untuk bernafas. [...]

  • Nikah??? Lo pikir Gampang!!

    nikah lo pikir mudah

    [...] Mungkin bener kata orang-orang tua, Rona pamali waktu ngambil barang hujan deres banget dan saat akan dibawa ke rumah Randy di malah nangis dan noleh [...]

sejarawan.com
jokam palembang
pasang iklan baris