siputro.com

Cara Menghitung Pajak Penghasilan (PPh)

Kali ini mungkin artikel yang saya tulis bisa dikatakan curhat karena cara menghitung pajak penghasilan atau PPh berdasarkan pasal 21 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2000 yang saya temui di kampus sedikit mengganjal di hati saya. Dan maksud saya mempostingnya mungkin saja nanti ada pakar hukum atau pakar ekonomi yang tidak sengaja melihat postingan ini dan mau sedikit menjelaskan bagaimana cara menghitung PPh yang benar atau ini memang sudah benar.

Bagi anda yang memang mencari tentang cara menghitung PPh jangan khawatir karena sebenarnya cara ini sudah benar berdasarkan buku pedoman yang saya gunakan, Pengantar Hukum Pajak yang ditulis oleh H. Bohari, S.H., M.S. Hanya saja sedikit keterangan yang kurang dijelaskan di buku dan penjelasan berbeda yang saya dapat dari dosen saya membuat saya sedikit kebingungan.

Berikut ini cara menghitung pajak penghasilan (PPh) yang saya dapat:

Langkah pertama kita harus mencari penghasilan netto (penghasilan bersih) 1 tahun.

Tarif wajib pajak pribadi x Penghasilan 1 bulan x 12

 

Langkah kedua, kita mencari PTKP atau penghasilan tidak kena pajak.

Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2000, struktur dan besarnya PTKP adalah sebagai berikut:

  1. Rp. 2.880.000.- untuk diri wajib pajak pribadi
  2. Rp. 1.440.000.- untuk tambahan wajib pajak yang sudah kawin
  3. Rp. 2.880.000.- untuk istri yang penghasilannya digabung dengan suami
  4. Rp. 1.440.000.- untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda garis lurus eturunan serta anak angkat paling banyak 3.

Cara menghitungnya tinggal menyesuaikan dengan kasus yang kita temui apakah wajib pajak sudah menikah atau belum, apakah penghasilan suami digabungkan dengan istri atau tidak dan apakah wajib pajak memiliki anak atau belum. Selanjutnya tambahkan semuanya dan kita akan mendapatkan PTKP.

 

Langkah ketiga, kita harus mencari PKP 1 tahun.

Cara untuk mendapatkan PKP dalam 1 tahun adalah sebagai berikut:

PKP = Penghasilan netto – PTKP

 

Langkah keempat, kita akan mencari PPh. Caranya adalah sebagai berikut:

PPh = PKP x BUT (Wajib pajak badan dan bentuk usaha tetap)

 

Contoh di dalam sebuah kasus:

Darwan bekerta di PT. Kalang Kabut dengan gaji perbulan sebesar 1 juta rupiah. Darwan wajib membayar iuran pensiun kepada perusahaan sebesar Rp. 40.000.-. Darwan memiliki seorang anak dan satu istri. Hitunglah pajak PPh perbulan yang dikenakan kepada Darwan!

Jawab:

Dik: Gaji per bulan = 1 juta

Iuran wajib per bulan = 40.000

Dit: Pajak PPh dalam 1 bulan = …?

Jawab:

Penghasilan netto

= gaji x 12 x tarif wajib pajak pribadi

= 1.000.000 x 12 x 5% (rentang 0-25 juta)

= 10.920.000.-

PTKP 1 tahun

= wajib pajak + wajib pajak sudah menikah + 1anak

= 2.880.000 + 1.440.000 + 1.440.000

= 5.760.000.-

PKP 1 Tahun

= penghasilan netto – PTKP 1 tahun

= 10.920.000 – 5.760.000.-

= 5.160.000.-

PPh 1 tahun

= PKP 1 tahun x tarif BUT

= 5.160.000 x 10% (rentang 0-50 juta)

= 516.000.-

PPh 1 bulan

= PPh 1 th. : 12

= 516.000 : 12

= Rp. 43.000.-

Rujukan: Bohari. 2001. Pengantar Hukum Pajak. Jakarta: Raja Grafindo persada

 

Bagaimana apakah ada kesalahan dari cara menghitung PPh di atas? Mohon koreksinya.

Note: yang saya bingung adalah nominal 10 % yang ada di bagian terakhir itu tarif BUT atau bukan karena di buku tidak ada penjelasannya. Namun secara logika dan jika di lihat dari pasal 21, 10 % itu lebih mengarah wajin pajak badan dan bentu usaha tetap (BUT) dengan rentang penghasilan 0-50 juta.


Pernah menuliskan salah satunya?

cara menghitung pajak penghasilan (138), cara menghitung pph (112), rumus pph (38), rumus pajak penghasilan (37), rumus pkp (36), cara mencari pkp (18), rumus mencari pph (17), cara mencari pajak penghasilan (16), cara mencari pph (15), rumus mencari PKP (13), rumus mencari pajak penghasilan (13), rumus menghitung pajak penghasilan (11), rumus pajak (10), menghitung pajak penghasilan (10), perhitungan pajak penghasilan 2013 (9), cara menghitung pph dan gaji bersih (7), cara menghitung pajak penghasilan perusahaan (7), rumus perhitungan pajak penghasilan (7), cara membuat pajak penghasilan (6), cara hitung pajak penghasilan (5), rumus penghitungan pajak penghasilan (5), rumus menghitung pph (5), rumus pajak PPH (5), rumus pajak penghasilan perbulan (5), rumus wajib pajak (4), 

author siputro.com
Rino Saputro, S.Pd

"Hidup itu kegagalan, kegagalan mendeskripsikan kehidupan akan membawa hidup selalu dalam kegagalan"

materi php dan MYSQL
materi teknisi komputer