siputro.com

Home » Sastra Indonesia » Unsur-unsur Intrinsik Puisi

pasang iklan murah

Unsur-unsur Intrinsik Puisi

September 8th, 2012 Admin 6205 Views 0 Comments

Siapa sih yang tidak kenal puisi, hampir semua orang mengenal puisi. Memang, puisi adalah salah satu karya sastra yang cukup populer dibandingkan karya tulis lainnya seperti pantun dan gurindam. Salah satu yang menjadi kekuatan puisi adalah unsur-unsur intrinsik puisi yang saling berkaitan satu sama lain. Biasanya puisi ini identik dengan pasangan muda yang sedang dimabuk cinta. Karena memang melalui puisi ini kita bisa mencurahkan semua isi yang ada dihati kita termasuk cinta.

Puisi ini sendiri adalah karya sastra yang terikat dengan rima, ritme dan jumlah baris dalam tiap baitnya. Yang paling mencolok dan membedakan puisi adalah kepadatan bahasa yang digunakan baik secara tulisan maupun secara makna. Semakin baik diksi yang digunakan akan semakin memberikan efek mendalam untuk maknanya.

Bagaimana tertarik untuk membuat puisi? Jika iya maka sebelum kita membuat sebuah puisi kita harus mengetahui terlebih dahulu unsur-unsur intrinsik puisi yang dimiliki. Unsur intrinsik puisi tersebut terbagi menjadi 2 yakni unsur isi dan bentuk.

Unsur-unsur intrinsik bentuk puisi:

  • Larik, berupa baris dalam bait.
  • Bait, kumpulan larik.
  • Hubungan antar bait.
  • Rima, adanya persamaan bunyi baik di awal maupun di akhir.
  • Diksi atau pilihan kata.
  • Imaji, mengandalkan panca indera untuk menggambarkan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang beda tapi memiliki sifat yang sama.

Unsur-unsur intrinsik isi puisi:

  • Tema, berupa pokok pikiran atau ide utama yang menjadi tujuan.
  • Nada, berupa sikap penyair yang ditunjukkan kepada pembaca puisi.
  • Amanat, pesan yang ingin disampaikan dalam sebuah puisi.
  • Perasaan, pelibatan unsur perasaan penyair dalam membangun kata-kata dan amanat yang ingin diberikan.

Berikut ini contoh puisi yang bisa menjadi gambaran bagaimana sih baiknya puisi itu.

Salju

oleh: Anhar

Dalam kenangan cinta
Tiada hati buat mengaduh
Pucat, putih, dan semakin putih
Lenyap duka dan sedih
Putih rinduku, putih cintaku
Adalah cinta dalam kenangan dan rindu


Pernah menuliskan salah satunya?

contoh puisi dan unsur intrinsiknya (54), unsur-unsur puisi (48), unsur intrinsik puisi (41), contoh unsur intrinsik puisi (37), kumpulan puisi dan unsur intrinsiknya (36), puisi dan unsur intrinsiknya (33), contoh puisi beserta unsur intrinsiknya (27), puisi beserta unsur intrinsiknya (23), pengertian unsur intrinsik puisi (17), intrinsik puisi (16), kumpulan puisi beserta unsur intrinsiknya (13), contoh puisi dan unsur intrinsik (13), puisi cinta beserta unsur intrinsiknya (13), unsur intrinsik puisi dan contohnya (11), unsur unsur puisi (9), ciri-ciri unsur puisi bebas (9), unsur-unsur intrinsik puisi (9), unsur intrinsik puisi dan pengertiannya (7), pengertian antologi puisi (6), unsur unsur intrinsik puisi (6), unsur intrinsik dalam puisi (6), pokok-pokok puisi (6), contoh intrinsik puisi (6), cara membuat puisi dengan unsur intrinsik (5), contoh puisi beserta unsur intrinsik (5), 

Anda baru saja membaca Unsur-unsur Intrinsik Puisi. Artikel ini ditulis di dalam kategori Sastra Indonesia. Anda bebas mengshare artikel ini, namun gunakanlah etika yang baik dengan tetap menuliskan sumber link artikel Unsur-unsur Intrinsik Puisi ini.
Daftarkan email anda untuk berlangganan artikel kami:
Jangan lupa konfirmasi via email, ya!

Commonwealth Life Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik Indonesia

Artikel lain:

Leave a Reply to this Post

= 5+6 [required]

Pasang Iklan, SEO Jaguars, Jaguar 2, Fair Gadget, Yoetama, Terapi Diabetes, Dana Usaha

Cerpen Sobat
  • Menara Angin

    cerpen menara angin

    [...] Kami nggak mentingin pertemuan sebagai alasan buat ngehambat hubungan ini, yang jelas kami cocok satu sama lain. Di saat kelulusan nanti waktu yang tepat. [...]

  • Zee’s Hand Diary

    nikah lo pikir mudah

    [...] Ini diaryku kisah tentang hidupku kisah nyataku. Tak peduli sebesar apa ketidaksukaan orang lain bagiku cemo’ohan mereka, penyemangat kebangkitanku. [...]

  • Kesuma Bunda (Ibuku Pahlawanku)

    nikah lo pikir mudah

    [...] Bunda nggak nyangka anakku sendiri bahkan tak bisa bersikap baik padaku. Mungkin ini memang salah Bunda yang nggak pernah menceritakan semuanya padamu [...]

  • Ku Hampir Kuncup

    ku hampir kuncup

    [...] “Oh, tidak. Ya Allah apakah sekeras ini cobaan yang Engkau berikan?” Rintihku mrnyesakkan dada, hingga rasanya aku tak sanggup untuk bernafas. [...]

  • Nikah??? Lo pikir Gampang!!

    nikah lo pikir mudah

    [...] Mungkin bener kata orang-orang tua, Rona pamali waktu ngambil barang hujan deres banget dan saat akan dibawa ke rumah Randy di malah nangis dan noleh [...]

sejarawan.com
jokam palembang
pasang iklan baris