siputro.com

Uji Kompetensi Guru

Pendidikan dianggap sebagai bagian vital dari sebuah negara karena generasi suatu bangsa atau negara ke depannya akan ditentukan oleh kualitas generasi penerus yang merupakan produk dunia pendidikan sebelumnya. Oleh karenanya perlu disediakannya guru-guru yang memiliki jiwa dan kualitas yang profesional untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam menciptakan suatu profesi yang profesional tentunya kita harus mengajukan pengujian terlebih dahulu. Begitu juga dengan profesi guru untuk menyandang gelar guru yang profesional seorang guru harus mengikuti serangkaian uji kompetensi guru tentunya dengan standar sertifikasi tertentu. Standar sertifikasi dan serifikasi guru merupakan salah satu tugas pemerintah untuk terus dan semakin meningkatkan kualitas pengajaran di Indonesia.

Sejak diadakannya sertifikasi guru ini, guru berbondong-bondong “ANTRI” untuk mengikuti uji kompetensi guru. Bukan hanya mengantri untuk mendaftar bahkan dalam mengambil ijazah sertifikasi yang sudah dilegalisir saja guru-guru harus mengantri bahkan terlantar (pengalaman melihat guru duduk dibawah pohon depan dekanat FKIP UNSRI). Bisa kita bayangkan bagaimana profesionalnya beliau yang rela berduduk-duduk dan berjingkok-jongkok ria di halaman dekanat bahkan jika saya melihat guru saya disana saya tidak tahu harus berkata apa. (maaf tidak bisa menampilkan foto)

Tapi dibalik keadaan yang seperti itu ternyata banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dengan dilaksanakannya uji kompetensi guru ini. Berikut ini saya tuliskan beberapa manfaat uji kompetensi guru dalam standar kompetensi dan sertifikasi guru yang terdapat dalam buku standar kompetensi dan Sertifikasi Guru, E. Mulyasa (2011:192).

  • Sebagai alat untuk mengembangkan standar kompetensi guru, jelas dengan hasil uji dapat diketahui kemampuan rata-rata guru dan melihat kelemahan-kelemahannya.
  • Alat seleksi penerimaan guru, “JIKA” atau “SEANDAINYA” uji kompetensi guru ini dijadikan alat seleksi penerimaan guru secara profesional maka ini akan mengurangi tingkat KKN yang sering terjadi dalam penerimaan guru baru.
  • Sebagai alat pengelompokkan guru, dengan hasil uji kita dapat mengelompokkan guru dengan kriteria misal tinggi, sedang, dan rendah untuk menentukkan guru-guru yang berhak mendapatkan tunjangan profesional.
  • Bahan acuan dalam pengembangan kurikulum.
  • Sebagai alat pembinaan guru
  • Mendorong kegiatan hasil belajar, tentunya dengan telah didapatkannya guru yang berkualitas atau profesional akan mendorong terciptanya suasana belajar yang optimal.

Pernah menuliskan salah satunya?

makalah uji kompetensi guru (14), manfaat uji kompetensi guru (9), makalah tentang uji kompetensi guru (9), tujuan diadakan uji kompetensi guru paud (8), pentingnya uji kompetensi guru (8), tujuan uji kompetensi guru paud (8), manfaat uji kompetensi guru bagi pemerintah (5), manfaat uji kompetensi bagi pemerintah (4), tujuan diadakan uji kopetensi guru paud (4), manfaat uji kompetensi guru paud (3), MAKALAH PENTINGNYA UJI KOMPETENSI (3), ARTIKEL UJI KOMPETENSI GURU (3), artikel uji kompetensi (3), urgensi kompetensi guru (3), latar belakang masalah uji kompetensi guru (3), MANFAAT DIADAKAN UJI KOMPETENSI GURU PAUD (3), MANFAAT UJI KOPETENSI GURU PAUD (2), pelaksanaan uji kompetensi guru menurut e mulyasa (2), makalah pentingnya uji kompetensi guru (2), skripsi tentang kompetensi guru (2), makalah ukg (2), makalah pentingnya standar kompetensi guru (2), manfaat ujian sertifikasi guru (2), buku standar kompetensi dan sertifikasi guru e mulyasa (2011) (2), contoh latar belakang masalah makalah uji kompetensi guru (2), 

author siputro.com
Rino Saputro, S.Pd

"Hidup itu kegagalan, kegagalan mendeskripsikan kehidupan akan membawa hidup selalu dalam kegagalan"