siputro.com

Home » PPKn » Proses Perumusan Pancasila

pasang iklan murah

Proses Perumusan Pancasila

September 28th, 2012 Admin 10756 Views 1 Comment

Jika kita membahas proses perumusan pancasila maka kita tidak akan bisa terlepas dari sejarah dijajahnya Indonesia. Bisa dibilang tanpa dijajah mungkin kita tidak akan mengenal pancasila ataupun Indonesia karena sebelumnya bangsa Indonesia memang bangsa yang terpecah belah dengan terdiri dari beberapa kerajaan yang saling berdiri sendiri. Hingga akhirnya masuklah bangsa eropa yang kemudian memperbudak rakyat Indonesia.

Masuknya Jepang pada tahun 1942 ke Indonesia membawa warna baru bagi rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia yang sudah sengsara dijajah Belanda selama kurang lebih tiga setengah abad merasakan nuansa jajahan baru yang seperti “Neraka”. Betapa tidak ternyata penjajahan belanda masih lebih ringan dibandingkan dengan Jepang yang sangat menyiksa rakyat Indonesia. Jika pemerintahan Belanda hanya mencoba menguasai sumber daya alam dan memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya kedatangan Jepang bukan hanya memperoleh keuntungan semata namun memaksa rakyat Indonesia untuk membantu mereka berperang menghadapi sekutu. Tapi siapa sangka dari penjajahan Jepang inilah pejuang kita melihat celah dan memperoleh kemerdekaan yang masih tetap dipertahankan hingga saat ini.

Hingga akhir tahun 1944 Jepang terus menerus mengalami kekalahan dari pihak sekutu. Dengan maksud ingin mendapatkan simpati dari rakyat Indonesia pemerintah Jepang di Tokyo menjanjikan kemerdekaan untuk indonesia. Pengumuman janji kemerdekaan ini diumumkan pada tanggal 7 September 1944 dalam sidang istimewa Parlemen Jepang (Teikoku Gikai) ke-85 oleh Perdana Menteri Jepang, Koiso. Selanjutnya janji tersebut disampaikan pada rakyat Indonesia oleh Jenderal Kumakhichi Harada pada tanggal 1 Maret 1945. Sebagai bentuk realisasi janji kemerdekaan maka dibentuklah Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI pada tanggal 29 April 1945.

BPUPKI dibentuk dengan beranggotakan sebanyak 60 orang yang terdiri dari wakil-wakil suku dan golongan beberapa wilayah di Indonesia sedangkan yang mewakili pemerintahan Jepang adalah Tuan Hachibangase. Untuk mempermudah langkah kerjanya maka BPUPKI membentuk panitia kecil yakni panitia 9 dan panitia perancang UUD. Dari sinilah proses perumusan pancasila berjalan.

Proses perumusan pancasila berlangsung cukup lama. Berikut ini beberapa tahap sidang BPUPKI dalam merumuskan pancasila.

Rumusan pancasila Mr. Muhammad Yamin

Dalam sidang BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945 dalam pidatonya Mr. M. Yamin menyampaikan 5 rumusan dasar Negara, yakni:

  1. Peri Kebangsaan.
  2. Peri Kemanusiaan.
  3. Peri Ketuhanan.
  4. Peri Kerakyatan.
  5. Kesejahteraan Rakyat.
Selanjutnya  Mr. Muhammad Yamin menyampaikan rumusan naskah Rancangan UUD yang di dalamnya tercantum rumusan lima asas dasar negara berikut ini:
  1. Katuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kebangsaan Persatuan Indonesia.
  3. Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Perumusyawaratan Perwakilan.
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Rumusan Pancasila Mr. Soepomo

Dalam sidang kedua, pada tanggal 31 Mei 1945, Mr. Soepomo berkesempatan menyampaikan rumusan 5 dasar negara, yaitu berbunyi sebagai berikut:

  1. Paham Negara Kesatuan.
  2. Perhubungan Negara dengan Agama.
  3. Sistem Badan Permusyawaratan.
  4. Sosialisasi Negara.
  5. Hubungan antara-Bangsa.

bahwa jika kita hendak mendirikan Negara Indonesia yang sesuai dengan keistimewaan sifat dan corak masyarakat Indonesia, maka negara kita harus berdasar atas aliran pikiran (staatside) negara yang integralistik, negara yang bersatu dengan seluruh rakyatnya. Yang mengatasi seluruh golongannya dalam lapangan apa pun. [paham Integralistik dalam pidato Mr. Soepomo]

 

Rumusan Pancasila Ir. Soekarno

Selanjutnya pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno mengusulkan 5 rumusan dasar negara, yakni sebagai berikut:

  1. Kebangsaan Indonesia.
  2. Internasionalisme atau perikemanusiaan.
  3. Mufakat atau demokrasi.
  4. Kesejahteraan sosial.
  5. Ketuhanan yang berkebudayaan.

 

Rumusan Pancasila Panitia 9

Dalam sidang PPKI (pengganti dari BPUPKI) tanggal 22 Juni 1945 panitia 9 memberi usulan rumusan dasar negara yang di ilhami dari berbagai pendapat sebelumnya:

  1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemerintah pemeluknya.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah dalam permusyawaratan perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Susunan panitia 9
Ketua: Ir. Soekarno.
Anggota:

  1. K. H. A. Wachid Hasjim
  2. Mr. Muhammad Yamin
  3. Mr. A. A. Maramis
  4. M. Soetarjdo Kartohadikoesomo
  5. R. Otto Iskandar Dinata
  6. Drs. Mohammad Hatta
  7. K. Bagoes H. Hadikoesomo.

Panitia 9 mengadakan rapat bersama dengan 38 anggota BPUPKI di kantor Besar Jawa Hookookai. Panitia kecil bertugas menggolong-golongkan dan memeriksa catatan tertulis selama persidangan. Selanjutnya dibentuk lagi satu Panitia Kecil yang anggota-anggotanya terdiri dari Drs. Mohammad Hatta, Mr. Muhammad Yamin, Mr. A. Subardjo, Mr. A. A. Maramis, Ir. Soekarno, Kiai Abdul Kahar Moezakkir, K. H. A. Wachim Hasjim, Abikusno Tjokrosujoso, dan H. Agus Salim. Panitia Kecil atau panitia 9 inilah yang pada akhirnya menghasilkan Piagam Jakarta (Jakarta Charter).

 

Rumusan akhir

Dalam sidang PPKI 18 Agustus 1945 atau tepatnya setelah proklamasi kemerdekaan ditentukanlah rumusan akhir yang mengakhiri proses perumusan pancasila dengan hasil pancasila sebagai berikut:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
  5. Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Setelah melalui proses rumusan pancasila yang cukup lama, rumusan inilah yang hingga saat ini masih menjadi ideologi bangsa Indonesia. Pancasila memiliki sifat fundamental atau tidak dapat dirubah karena merubah pancasila berarti merubah seluruh tatanan yang ada di Indonesia.


Pernah menuliskan salah satunya?

proses perumusan pancasila (534), perumusan pancasila (100), yhs-ddc_bd (94), rumusan pancasila (84), sejarah perumusan pancasila (17), sebutkan proses perumusan pancasila (12), peran bpupki dalam proses perumusan pancasila (12), rumusan pancasila menurut soepomo (11), proses pembuatan pancasila (10), kliping panitia sembilan (9), proses perumusan pancasila sejak sidang bpupki sampai sidang ppki (9), bagaimana proses perumusan pancasila (8), proses pancasila (8), perumusan teks pancasila (7), proses pembentukan pancasila (7), proses rumusan pancasila (7), rumusan pancasila oleh soepomo (7), tahap tahap perumusan pancasila (7), rumusan pancasila menurut moh yamin (7), rumusan pancasila menurut ir soekarno (6), pancasila versi muhammad yamin (6), proses sejarah perumusan pancasila (6), bagaimana peran bpupki dalam proses perumusan pancasila (6), proses perumusan panca sila (6), pada tahap ini proses perumusan pancasila masih berupa (6), 

Anda baru saja membaca Proses Perumusan Pancasila. Artikel ini ditulis di dalam kategori PPKn. Anda bebas mengshare artikel ini, namun gunakanlah etika yang baik dengan tetap menuliskan sumber link artikel Proses Perumusan Pancasila ini.
Daftarkan email anda untuk berlangganan artikel kami:
Jangan lupa konfirmasi via email, ya!

Commonwealth Life Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik Indonesia

Artikel lain:

One Response to “Proses Perumusan Pancasila”

  1. andre says:

    gan itu anggota panitia 9nya kurang 1

 

Leave a Reply to this Post

= 5+4 [required]

Pasang Iklan, SEO Jaguars, Jaguar 2, Fair Gadget, Yoetama, Terapi Diabetes, Dana Usaha

Cerpen Sobat
  • Menara Angin

    cerpen menara angin

    [...] Kami nggak mentingin pertemuan sebagai alasan buat ngehambat hubungan ini, yang jelas kami cocok satu sama lain. Di saat kelulusan nanti waktu yang tepat. [...]

  • Zee’s Hand Diary

    nikah lo pikir mudah

    [...] Ini diaryku kisah tentang hidupku kisah nyataku. Tak peduli sebesar apa ketidaksukaan orang lain bagiku cemo’ohan mereka, penyemangat kebangkitanku. [...]

  • Kesuma Bunda (Ibuku Pahlawanku)

    nikah lo pikir mudah

    [...] Bunda nggak nyangka anakku sendiri bahkan tak bisa bersikap baik padaku. Mungkin ini memang salah Bunda yang nggak pernah menceritakan semuanya padamu [...]

  • Ku Hampir Kuncup

    ku hampir kuncup

    [...] “Oh, tidak. Ya Allah apakah sekeras ini cobaan yang Engkau berikan?” Rintihku mrnyesakkan dada, hingga rasanya aku tak sanggup untuk bernafas. [...]

  • Nikah??? Lo pikir Gampang!!

    nikah lo pikir mudah

    [...] Mungkin bener kata orang-orang tua, Rona pamali waktu ngambil barang hujan deres banget dan saat akan dibawa ke rumah Randy di malah nangis dan noleh [...]

sejarawan.com
jokam palembang
pasang iklan baris