Prinsip Pengukuran dan Penilaian

Semester baru kita mulai bergulir dan bahan kulia mulai terlihat menumpuk di depan mata. Kenapa saya bisa ada di jenjeng ini? Di mata kuliah evaluasi pembelajaran yang merupakan salah satu mata kuliah bersyarat. Sebenarnya ini merupakan salah satu tujuan dari evaluasi pembelajaran. Dengan (alhamdulillah) dianggap lulus di mata kuliah sebelumnya, telaah kurikulum, saya dapat mengikuti mata kuliah selanjutnya. Ini membuktikan kebenaran konsep evaluasi yang merupakan proses berkelanjutan.

Tak jarang masih banyak orang yang sulit untuk membedakan apa itu evaluasi, tes, pengukuran dan penilaian. Apa yang dikerjakan sebenarnya hampir sama, namun jika kita telaah lagi prinsip-prinsipnya maka kita akan dengan mudah untuk membedakannya. Sebenarnya tes, evaluasi, pengukuran dan penilaian merupakan suatu hierarki yang saling berkaitan satu sama lain dalam proses KBM. Dan pada artikel ini saya akan coba sedikit membahas prinsip-prinsip dari keempatnya khususnya prinsip pengukuran dan penilaian.

Prinsip Evaluasi

Banyak sekali definisi evaluasi yang dikeluarkan oleh para ahli. Seperti yang disampaikan oleh Tague-Sutclife (1996 : 1-3),  yang mengartikan evaluasi bukan sekadar menilai suatu aktivitas secara spontan dan insidental, melainkan merupakan kegiatan untuk menilai hal-hal secara terencana, sistematik, dan terarah dengan berdasar pada tuiuan yang jelas. Di dalam pengertian ini yang bisa kita ambil adalah di dalam evaluasi terdapat proses penilaian untuk menilai data dan informasi yang telah berhasil dikumpulkan. Hingga pada akhirnya dengan penilaian tersebut kita dapat menentukan keputusan-keputusan yang tepat dan sesuai dengan kenyataan (data dan informasi) yang ada.

 

Prinsip Penilaian

Penilaian atau assessment adalah berbagai cara yang dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh kompetensi yang berhasil dicapai oleh peserta didik. Crawford (2000 : 13), mengartikan penilaian sebagai suatu proses untuk mengetahui atau menguji apakah suatu kegiatan, proses kegiatan, dan out put suatu program telah sesuai dengan tujuan atau kriteria yang telah ditentukan. Jelas di sini sebelum kita melakukan penilaian kita terlebih dahulu harus mempunyai kriteria-kriteria yang akan kita capai. Dalam membuat kriteria-kriteria ini maka pengukuranlah yang berperan di sini. Sehingga kita dapat melakukan perbandingan untuk menentukan layak atau tidaknya.

Namun beberapa kasus mungkin akan menunjukkan jika penilaian terkadang tidak perlu harus selalu melalui proses pengukuran. Karena bisa jadi untuk beberapa situasi kriteria-kriteria yang diperlukan telah disediakan atau menggunakan kriteria-kriteria sebelumnya. Di sini evaluator dappat langsung membandingkan data dengan kriteria yang ada untuk melakukan penilaian.

 

Prinsip Pengukuran

Pengukuran atau mengukur merupakan kegiatan membandingkan sesuatu. Pengukuran menggunakan satuan-satuan tertentu sehingga pengukuran dianggap bersifat kuantitatif. Tidak ada definisi khusus mengenai prinsip pengukuran ini karena hampir setiap hari kita melakukan pengukuran, entah sadar ataupun tidak.

 

Kesimpulan:

Kesimpulan yang dapat kita ambil di sini adalah dalam melakukan sebuah evaluasi kita juga akan melakukan penilaian dan pengukuran di dalamnya untuk menguji data atau informasi yang kita peroleh apakah telah sesuai dengan kriteria dan tujuan awal dilakukannya kegiatan pembelajaran. Untuk memperkuat kesimpulan ini saya sangat setuju jika kita menggunakan definisi yang dikeluarkan oleh Arikunto (2009 : 3) yang menyatakan bahwa mengukur adalah ,membandingkan sesuatu dengan satu ukuran (bersifat kuantitatif), menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk (bersifat kualitatif), dan evaluasi meliputi kedua langkah tersebut di atas.

Semoga bermanfaat.

sumber referensi: hxxp://bangfajars.wordpress.com/2009/09/03/pengertian-evaluasi-menurut-pakar/


Pernah menuliskan salah satunya?

prinsip pengukuran (39), prinsip-prinsip pengukuran (16), prinsip dalam pengukuran data (15), prinsip-prinsip penilaian dalam evaluasi pembelajaran (9), PRINSIP PRINSIP TES DAN PENGUKURAN (7), prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi pembelajaran bahasa inggris (6), konsep evaluasi pengukuran dan assesmen dalam pendidikan (5), beberapa prinsip dalam pengukuran data (5), prinsip pengukuran data (5), prinsip pengukuran dan penilaian (5), prinsip-prinsip penilaian dan pengukuran (4), fungsi penilaian dan pengukuran (4), prinsip evaluasi penilaian di paud (4), pengertian pengukuran dalam evaluasi pendidikan (4), pengertian prinsip tujuan etika dan proses Asesmen (4), prinsip-prinsip penilain dan evaluasi pembelajaran bahasa inggris (3), prinsip pelaksanaan kegiatan pengukuran dan penilaian (3), Tujuan prinsip dan kriteria evaluasi yang baik (3), prinsip prinsip pengukuran (3), prinsip-prinsip penilaian dalam evaluasi (3), prinsip pengukuran dalam pendidikan (3), prinsip evaluasi (3), penjelasan empat prinsip penilaian dan evaluasi pembelajaran bahasa inggris (3), prinsip-prinsip tes dan pengukuran (3), jelaskan prinsip prinsip tes dan pengukuran dalam proses pendidikan (2), 

Prinsip Pengukuran dan Penilaian was last modified: September 10th, 2012 by inoputro

Artikel Terkait Prinsip Pengukuran dan Penilaian

Macam-macam Metode Pembelajaran (part 2)

Macam-macam Metode Pembelajaran (part 2)

Artikel Macam-macam Metode pembelajaran (part 2) ini adalah lanjutan

Tentang Kompetensi Sosial Guru (pendahuluan)

Tentang Kompetensi Sosial Guru (pendahuluan)

Peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak. Namun

Persiapan Mengajar

Persiapan Mengajar

inoputro(dot)com, persiapan mengajar (update). Persiapan mengajar pada hakikatnya merupakan

Perlukah Merombak Tatanan Pendidikan Indonesia?

Perlukah Merombak Tatanan Pendidikan Indonesia?

inoputro(dot)com, perlunya merombak tatanan pendidikan indonesia. Apakah budaya pendidikan

Add Your Comment