Kode Etik Guru

Jika ditanya apakah guru merupakan sebuah profesi tentu saja jawabanya “Ya”. Salah satu alasannya karena guru profesi guru memiliki kode etik guru seperti halnya dokter, pengacara, notaris, dan banyak lagi lainnya. Lantas apa yang dimaksud dengan kode etik? Seperti yang disebutkan E. Mulyasa (2011:42) ada beberapa pengertian kode etik beberapa diantaranya terdapat pada UU No. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian Pasal 28, pdato kongres PGRI ke XIII, dan UUGD pasal 43.

Disebutkan dalam UU No. 8 Tahun 1974, Pegawai Negeri Sipil mempunyai Kode Etik sebagai pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan di dalam dan di luar kedinasan. Dengan kata lain kode etik di sini adalah pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan guru ketika dia berada di dalam atau di luar kedinasan (kehidupan sehari-hari). Berbanding lurus dengan kompetensi sosial yang seharusnya dimiliki oleh seorang guru dengan harapan guru selalu mendapatkankan tempat dan kepercayaan dari lingkungan masyarakat dalam mendidik anak-anak mereka.

Masih banyak tentunya yang mendefinisikan kode etik seperti yang tertulis pada situs wikipedia (masih berupa artikel rintisan), kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu dalam hal ini berarti yang dimaksud adalah kumpulan guru. Lanjut dijelaskan tujuan dari dibuatnya kode etik ini adalah agar profesional (guru) memberikan pelayanan jasa dengan sebaik-baiknya. Jelas di sini tidak dibenarkan jika guru hanya memberikan tugas, tugas, dan tugas tanpa memberikan stimulus atau rangsangan bagi siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Secara umum ada beberapa tujuan kode etik profesi, yakni sebagai berikut:

  • Menjunjung tinggi martabat profesi
  • Menjaga dan memelihara kesejahtaraan anggotanya
  • Pedoman berprilaku
  • Meningkatkan pengabdian anggora profesi
  • Meningkatkan mutu profesi
  • Mmeningkatkan mutu organisasi profesi

note: untuk penjelasan lebih lengkapnya bisa dibaca di buku ” Standar Kompetendi dan Sertifikat Guru” oleh E. Mulyasa.

 

Kode etik guru ini sifatnya mengikat para seluruh anggotanya tanpa terkecuali. Jika seseorang berprofesi sebagai guru maka mau tidak mau dia harus mematuhi kode etik guru yang telah ditetapkan. Tentunya kode etik profesi ini tidak dapat dibuat oleh perorangan karena ini berkaitan dan mengikat seluruh profesional guru. Kode etik guru disusun dan dilakukan oleh organisasi profesi guru, PGRI. Oleh karenanya bagi guru yang melanggar kode etik guru akan mendapatkan sanksi yang sifatnya memaksa. Sanksi ringan biasanya berupa celaan atau cemoohan dari rekan-rekannya, sedangkan sanksi yang dianggap terberat adalah pelanggar dikeluarkan dari organisasi profesi (E. Mulyasa, 2011:46).

Silahkan klik download di bawah ini bagi anda yang memerlukan instrumen kode etik guru.

download kode etik guru

sumber referensi:

hxxp://id.wikipedia.org/wiki/Kode_etik_profesi
Mulyasa, E. 2011. Standar Kompetensi dan Kompetensi Guru. Ramaja Rosdakarya: Bandung


Pernah menuliskan salah satunya?

macam macam kode etik guru (14), pengertian kode etik guru (13), macam-macam kode etik guru (10), kode etik guru paud (9), tujuan kode etik guru (9), apa yang dimaksud dengan kode etik (7), fungsi dan tujuan organisasi profesi guru PAUD (6), kode etik guru di singapura (5), macam-macam kode etik (4), 9 kode etik guru dan penjelasannya (4), apa yang dimaksud dengan kode etik? (4), kode etik guru singapura (4), penjelasan tentang kode etik guru (4), Kode etik menurut UU No 8 kode etik profesi (4), kode etik guru secara umum (3), materi kode etik guru (3), penjelasan kode etik seorang guru (3), artikel kode etik guru (3), kode etik guru beserta penjelasannya (2), kode etik profesi guru pada buku mulyasa (2), kode etik guru menurut para ahli (2), macam kode etik (2), Contoh kode etik guru dan karyawan sma negeri (2), macam macam kode etik (2), kode etik guru dan penjelasannya (2), 

Kode Etik Guru was last modified: September 22nd, 2012 by inoputro

Artikel Terkait Kode Etik Guru

Bisakah Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Gaul?

Bisakah Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Gaul?

Kali ini saya sedikit akan berbagi cerita tentang apa

Metode Pembelajaran Mutakhir

Metode Pembelajaran Mutakhir

Metode Pembelajaran Mutakhir. Belajar atau pembelajaran adalah merupakan sebuah

Manajemen Waktu—Solusi Pendidikan di Indonesia

Manajemen Waktu—Solusi Pendidikan di Indonesia

inoputro(dot)com, manajemen waktu sebagai solusi pendidikan di Indonesia. Apakah

Pentingnya HUSEMAS (Kompetensi Sosial Guru)

Pentingnya HUSEMAS (Kompetensi Sosial Guru)

Setelah beberapa hari saya vakum mengupdate blog ini, saya

Add Your Comment