Ayo Level Up (Bagian Pertama)

Ayo Level Up (Bagian Pertama). Lagi-lagi, dalam tulisan kali ini kita membahas soal menggapai cita-cita. Bukan apa-apa, soalnya dengan membahas intens begini, semoga kualitas ikhtiar kita bisa menjadi lebih melejit. Baik itu berupa ridha Allah, profit, amal jariyah, reputasi, karir, kebahagian, finansial, dan sebagainya. Siapapun tahu, untuk mendapatkan itu semua, tak terhitung seberapa banyak dan seberapa besar halangan yang kudu kita hadapi. Baik halangan itu dari diri kita sendiri maupun dari luar diri kita. Iya, itu tadi. Adalah hal yang sangat baik bila kita intenskan pembahasan ini. Langsung saja, lagi-lagi, ada tujuh achievement yang kudu kita achieve.

Merantaulah ke Zona Baru yang Telah Diekspansi

Maksudnya, kita perlu memperluas pikiran dan perasaan kita. Isitlah lainnya, mendewasakan diri. Begini. Dulu, ketika SD, kita ada mempelajari suatu bab tentang Tumbuhan. Ketika itu, betapa sederhananya ilmu yang kita pelajari tentang Tumbuhan. Kebanyakan hanya harus menghafal nama-nama dan proses singkatnya saja. Ketika SMP, tentang bab Tumbuhan, barulah pengetahuan kita diperluas lagi. Kita mulai mempelajari sel-sel dan jaringan-jaringan sebuah tumbuhan. Mulai mempelajari prosesnya lebih detail lagi. Ketika SMA, kita pelajari lebih-lebih lagi. Lebih intens lagi. Apalagi ketika kuliah?

Ngomong-ngomong, Anda ingat pelajaran Kewarganegaraan ketika SD dulu? Dimana kita diajarkan soal kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan lain-lain. Nah, sayangnya, semakin tinggi pendidikan kita, pelajaran tersebut semakin diminoritasi. Padahal apabila pelajaran tersebut semakin kita intenskan, saya yakin, Indonesia akan berubah hampir 360 derajat! Ngomong-ngomong lagi, Anda tahu apa bentuk dari pelajaran Kewarganegaraan tersebut bila diintenskan? Anda tahu? Hm, Anda pernah nonton Mario Teguh: Golden Ways? Nah, sebetulnya apa-apa yang dibahas di pelajaraan Kewarganegaraan dan di Golden Ways itu selaras.

Hanya saja, yang ada di Golden Ways itu sudah terintegrasi. Seperti ilmu bab Tumbuhan pada Sains Biologi tadi. Semakin bertambah umur kita, harus semakin kita perluaslah ilmu kita. Dan kebetulan, perluasan ilmu sikap baik ini sangat kita perlukan. Kalau tidak mahir dalam hal ini, pastilah kita akan kesusahan. Pasti. Karena kualitas hidup kita itu bukan ditentukan oleh apa yang terjadi, melainkan ditentukan oleh sikap kita terhadap apa yang terjadi. So, sekali lagi, perluaslah zona Anda. Kemudian merantaulah ke zona baru yang telah diperluas tadi.

Bergurulah kepada Kunang-Kunang

Mohon perhatian. Saya mohon. Poin yang satu ingin sangat penting. Karena masalah ini tidak sedikit melanda pada sebagian dari kita. Masalah apa itu? Begini. Coba, Anda jawab pertanyaan berikut dengan cepat. Apabila Anda tidak dapat menjawabnya, maka Anda akan tahu apa masalahnya.

  • Apakah Anda ingin menjadi orang yang sukses?
  • Seberapa penting kesukessan Anda itu?
  • Haruskah kesuksesan itu diberikan kepada Anda?
  • Serius nih?
  • Kalau gitu Anda bisa disebut sukses, kalauuuuu???
  • Kalau bisa bermanfaat bagi orang-orang, khususnya yang kesusahan yang sangat membutuhkan bantuan Anda?
  • Manfaat apa itu?
  • Bermanfaat dengan cara memakai semua skill dan ilmu yang Anda miliki?
  • Skill dan ilmu apa yang Anda miliki itu?
  • Oke. Supaya apa gitu?
  • Supaya orang-orang sejahtera? senang? kehidupannya membaik? Finansialnya membaik?
  • Membaiknya kehidupan orang itu karena jasa yang Anda berikan ke mereka atau karena finansial mereka membaik?
  • Dua-duanya? Yang mana yang Anda dahulukan?
  • Karena finansial mereka membaik? Kalau begitu skill dan ilmu Anda harus bisa membuat finansial mereka membaik. Begitu kan?
  • Iya. Apa yang bisa Anda lakukan untuk membuat finansial mereka membaik?
  • Pemberian jasa? Ilmu? skill?
  • Apakah dengan memberikan jasa, ilmu, dan skill Anda, akan membuat finansial mereka membaik?
  • Belum tentu? Berarti bukan itu keinginan Anda.
  • Anda membutuhkan bantuan untuk mewujudkan kesuksesan itu?
  • Berarti begitu bukan dengan membantu orang-orang yang akan membuat Anda berhasil, tetapi bagaimana memulainyalah yang akan membuat Anda berhasil. Bukankah begitu?
  • Bantuan apa yang Anda butuhkan?
  • Semangat? Modal?
  • Oke, silahkan baca artikel lainnya disini untuk mendapatkan semangat. Apalagi yang Anda butuhkan? Modal?
  • Oke. Apa yang bisa membuat orang percaya kalau menitipkan modal kepada Anda itu akan bermanfaat?
  • Rencanya yang hebat? Skill dan ilmu yang Anda miliki?
  • Kebetulan kita ketahui bersama, telah begitu banyak orang yang rencanya luar biasa dan pendidikannya terlampau tinggi, tetapi tetap tidak dipercaya. Jadi Apa yang bisa membuat orang percaya kalau menitipkan modal kepada Anda itu akan bermanfaat?
  • Visi-misi yang luar biasa?
  • Kita ketahui bersama, telah begitu banyak orang yang visi-misinya spektakuler sekali namun tetap tidak dipercaya. So, apa yang Anda butuhkan? Impian?
  • Kita ketahui bersama, telah begitu banyak orang yang impiannya besar sekali namun tetap tidak dipercaya. Baiklah. Sebetulnya sederhana saja. Kita bakal dipercayai oleh orang-orang kalau bisa membuat mereka sayang kepada kita. Kalau sudah begitu, mereka bakal mambantu kita. Nah, kita bakal disayangi mereka kalauuuuu???
  • Kalau kita juga menyayangi mereka?
  • Betul. Terus, apa bukti dari menyayangi?
  • Menghormati?
  • Bagus. Ada banyak orang tua yang terkadang tidak pantas untuk dihormati karena perilakunya. Terus, gimana dong?
  • Tetap mau menghormatinya?
  • Bagaimana caranya? Sederhana saja. Giat dan rajinlah untuk menjadi keuntungan di kehidupannya. Mulai dari pekerjaan yang sederhana pula, seperti pekerjaan pembantu misalnya. Seperti merapikan mejanya misalnya, atau sekeder membuat dia berkata, “Amiinn” dan pekerjaan yang menguntungkan lainnya. Memang kelihatannya sederhana sekali, namun apabila Anda telah mencobanya, silahkan perhatikan apa yang akan terjadi.

Iya, begitulah. Sebetulnya masih banyak lagi pertanyaannya. Namun, intinya hanya satu. Yaitu, Kita harus jelas bahwa kita memang ingin menjemput keberhasilan itu. Tandanya, jika kita dimintai bukti, kita benar-benar serius untuk bisa membuktikannya, walaupun saat ini belum bisa! Terkadang sebagian besar dari kita kalau mendengar berhasil dan sukses, hanya terbayang hasil-hasil dari usaha kita. Bukan membayangkan usaha-usaha kita dalam mewujudkan cita-cita itu. Sesekali, atau sesering kali, cobalah bayangkan prosesnya. Bergurulah kepada kunang-kunang yang begitu jelas.

Baiklah. Saya rasa cukup sekian dulu. Karena pembahasan kali ini cukup panjang, insya Allah akan dibagi menjadi lebih dari satu artikel. Sembari menunggu, sebaiknya kita banyak-banyak introspeksi dulu soal perluasan pikiran dan perasaan kita serta soal kejelasan visi-misi kita. Semoga dengan diiringi jurus berikutnya, kehidupan kita bisa semakin sangat membaik. Oke, stay tuned!

Tunggu artikel lanjutannya, yah.

update: ayo level up (bagian kedua)

Leave a Reply