Ayo Level Up (Bagian Kedua)

Kita lanjutkan pembahasan kita yang sebelumnya. Pada pembahasan sebelumnya, kita telah membahas dua dari tujuh achievement yang kudu kita achieve. Yaitu achieve zona baru dan achieve cahaya. Dimana kita harus memperluas pikiran dan perasaan kita guna peningkatan kekuatan untuk menghadapi tantangan. Serta dimana kita harus melakukan perjelasan pada diri kita guna peningkatan pertahanan untuk bertahan dari serangan tantangan. Anda pasti mengerti. Baiklah, sekarang, mari kita sambung.

Kenakanlah Jam Tangan

Nah, ini merupakan satu hambatan yang sangat besar yang sering dialami banyak orang. Hambatan apa itu? Yaitu masih mengenang-ngenang masa lalu. Ada yang bilang, kita tidak boleh melihat ke belakang, sebab dengan begitu akan membuka luka lama kita. Ada pula yang bilang, kita harus melihat ke belakang, sebab dengan begitu kita akan mendapatkan pelajaran. Kalau menurut saya, jangan gunakan salah satu dari pepatah tersebut, Tapi gunakanlah keduanya.

Singkatnya, lupakan sakitnya, ingat pelajarannya. Saya punya sebuah pengalaman, saya hendak bergegas untuk pergi ke suatu tempat. Kemudian, di jalanan sedang maceeet banget. Berjam-jam macetnya! Akhirnya, saya sampai juga ke tempat tujuan. Lalu, saya mengingat-ngingat kejadian macet yang membuat emosi tadi. Memang, ada dua hal yang saya dapat bila mengingat kejadian macet tadi. Pertama, itu akan mengubah mood saya menjadi jelek kembali. Kedua, itu akan memberi tahu saya bahwa lain kali, datanglah lebih cepat, dan kalau bisa, gunakanlah jalur lain. Dan memang sebetulnya jalur lain untuk pergi ke tempat ini ada lagi yang lain.

Begitulah. Apabila saya melupakan sakitnya, pastilah hidup saya lebih membaik. Lalu, apabila saya merenung betul-betul dan mengambil pelajarannya, saya yakin, kedepannya saya tidak akan lewat jalan itu lagi pada jam-jam seperti itu, dan di lain waktu, saya akan lebih cepat sampai ke tempat itu lagi dengan melewati jalan lain. Iya, untung kan? Belum lagi kalau soal pacar. Iya, coba Anda bayangkan, bila nanti Anda sudah menikah dengannya. Dan sudah punya 4 anak dengannya. Namun, wajah 3 anak Anda tidak mirip dengan Anda. Lebih tidak baik bukan? Belum lagi soal kerja. Iya, coba saja, barangkali Anda jadi punya kesempatan untuk melakoni ide bisnis yang selama ini melayang-layang di pikiran Anda. Lebih baik bukan?

Memang, satu hal yang sangat disedihkan diantara kita semua adalah, kita tidak mau belajar dari masa lalu. Keledai saja tidak jatuh pada lubang yang sama. Kalau gagal, oke, bersedihlah, menangislah, downlah, namun jangan selamanya begitu. Hendaknyalah pandai-pandai memetik hikmah. Misalnya saja, kita dilanda oleh hujan yang deras. Bukankah dengan begitu kita jadi bisa melihat pelangi yang indah? Lagi, kita diberikan ulat bulu yang menjijikkan. Bukankah dengan begitu kita jadi bisa melihat kupu-kupu yang indah? Terus, kita diberikan kaktus yang berduri begitu tajam. Bukankah kaktus itu memiliki bunga yang paling indah yang pernah ada?

Bahkan, pak Mario Teguh pernah berkata yang kurang lebih begini, “Sebagian besar dari kita tidak perlu sekolah lagi. Yang kita lakukan hanya perlu membongkar pelajaran pada masa lalu saja.” Dan, “Pelajaran yang begitu penting dalam kehidupan adalah pelajaran dari membongkar masa lalu.” So, memang telah terbukti sepanjang peradaban manusia, bahwa orang yang membongkar masa lalu itu akan lebih aman. Kenapa? Karena dia tahu, bahwa satu jurus yang pernah digunakannya itu akan menghasilkan suatu hasil yang begitu juga. Itu sebabnya, gantilah jurus Anda untuk mendapatkan hasil yang berlainan pula. Darimana kita bisa tahu jurus yang baru? Iya itu tadi, bongkar masa lalu Anda. Ingat pelajarannya, namun lupakan sakitnya. Anda harus mengenakan jam tangan Anda, jangan jam tangan Anda yang mengenakan Anda! Hehehe!

 

Berdendanglah

Pada hari ini, hampir semua orang itu suka bernyanyi. Sampai-sampai ada petuah Music is my life. Yang barangkali artinya mereka tidak bisa hidup tanpa musik. Jarang sekali ada yang bilang Oxygen is my life iya? Hehehe! Sudah bercandanya. Ngomong-ngomong, hampir semua orang itu juga pernah mengalami Mute Profile Disorder. Penyakit apa itu? Yaitu adalah penyakit dimana orang yang hobi bernyanyi menjadi tidak bisa menyanyi. Memangnya kenapa dia tidak bisa menyanyi? Tidak lain dan tidak bukan adalah karena dia menyimpan dendam. Iya, orang yang sedang marah mana bisa bernyanyi?

Menurut saya menabung rasa dendam ini adalah satu bukti konyol yang nyata dari seseorang. Iya, konyol. Tahu kenapa? Mari kita bahas. Begini, jadi, apabila kita sedang membawa banyak gelas. Lalu kita pergi untuk membeli macam-macam minuman, seperti susu, jus, syrup, soda, float, teh, dan lain-lain. Kemudian kita isilah semua minuman itu ke gelas kita. Sayangnya, ternyata semua gelas kita itu bocor! Jadi apa yang terjadi? Iya semua minuman tadi tumpah. Itulah salah satu kekonyolan orang yang suka meyimpan dendam. Di lain cerita, jika kita sedang lomba lari. Kita sudah dekat dengan garis finish. Tinggal 10 meter lagi kita akan menang. Namun ternyata kita menginjak kulit pisang sehingga kita terpleset sampai ke garis start. Jadi apa yang terjadi? Iya kita kalah deh. Ini juga salah satu kekonyolan orang yang suka menyimpan dendam.

Memangnya apa hubungannya cerita di atas dengan seorang pendendam? Karena Rasulullah Saw. saja pernah menyampaikan bahwa orang yang menyimpan dendam itu akan menghanguskan semua amalannya. Itulah ibarat seorang pendendam. Sudah banyak berusaha dan berikhtiar yang akan membuatnya naik kelas, namun karena dia menyimpan dendam, maka semua amalnya itu hangus. Sia-sia. Mirip dengan dua kisah ringkas di atas tadi.

Demikian hebatnya kerusakan yang diperoleh seorang pendendam. Karena sebetulnya dia itu menghimpuan semua pontensi-potensi negatif. Lagi, berperasangka buruk kepada orang lain. Soalnya, seperti yang kita ketahui, berhusnudzon itu dapat menarik apa-apa yang akan membantu kita. Sama seperti motivasi, ikhlas, syukur, dll. Sedangkan berperasangka buruk itu dapat membuang apa-apa yang akan membantu kita. Dan ini letihnya luar biasa. Orang-orang yang suka menyimpan dendam ini luar biasa capeknya! Hidupnya tidak tenang, penuh dengan kegelisahan gitu. So, apa manfaatnya? Nggak ada manfaatnya. Orang yang mendendam pada orang lain, pada akhirnya akan mendendam pada dirinya sendiri. Satu-satunya solusi terbaiknya adalah, ingatlah sesuatu yang begitu penting. Dendam ini sama sekali tidak pentingnya. Sedangkan tujuan utama Anda itulah yang terpenting. Sehingga Anda pun dapat berdendang kembali. Ingat-ingatlah hal itu.

Baiklah. Saya rasa cukup sekian dulu. Karena pembahasan kali ini masih cukup panjang, insya Allah akan selesaikan pada artikel berikutnya. Sembari menunggu, sebaiknya kita banyak-banyak perhatikan dulu soal pelajaran pada masa lalu dan pengelolaan perasaan damai dan dendam dalam hati Anda. Semoga dengan diiringi jurus berikutnya, kehidupan kita bisa semakin sangat membaik. Oke, stay tuned!


Pernah menuliskan salah satunya?

mail jalurcahaya com my loc:US (1), 

Leave a Reply