siputro.com

Pentingnya HUSEMAS (Kompetensi Sosial Guru)

Setelah beberapa hari saya vakum mengupdate blog ini, saya akan kembali melanjutkan postingan tentang kompetensi sosial guru yang sebelumnya saya posting. Kali ini saya akan sedikit membahas tentang pentingnya HUSEMAS, atau biasa disebut hubungan sekolah dengan masyarakat. Seperti yang dikatakan oleh E. Mulyasa (2011:173), guru adalah makhluk sosial, yang dalam kehidupannya tidak bisa terlepas dari kehidupan sosial masyarakat dan lingkungannya. Oleh karena itu, sebagai seorang guru dituntut untuk memiliki kompetensi sosial yang memadai, terutama dalam kaitannya dengan pendidikan, yang tidak terbatas pada pembelajaran di sekolah tetapi juga pada pendidikan yang terjadi dan berlangsung di masyarakat.

Guru dituntut bukan hanya bisa mengajar siswanya disekolah tetapi guru juga dituntut dapat menjadi guru seluruh masyarakat yang ada disekitarnya. Guru akan menjadi sosok panutan yang akan dicontoh oleh masyarakat. Setidaknya seorang guru harus memiliki kemampuan untuk bertutur yang baik di dalam masyarakat. Lebih lanjut sebagai wujud dari kompetensi sosial, seorang guru harus mampu bergaul secara santun dan mampu bergaul dengan semua golongan yang ada di dalam masyarakat termasuk juga dalam menggunakan atau memanfaatkan tekhnologi yang ada.

Sebagaiman yang disebutkan oleh presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, dalam tulisan “Guru dalam Masa Pembangunan” menyebutkan menyebutkan pentingnya guru dalam masa pembangunan adalah menjadi masyarakat. Dalam artian untuk menjalankan fungsinya sebagai pendidik yang akan membangun sebuah bangsa dari generasi muda seorang guru haruslah menjadi masyarakat di tempat dia mengajar. Karena jika pribadi guru tersebut saja sudah tidak diterima oleh masyarakat tidak mungkin masyarakat memberikan kepercayaan kepadanya untuk mendidik anak mereka.

Selain dengan melakukan pendekatan secara langsung dengan masyarakat sekitar, kompetensi sosial guru juga secara tidak langsung dapat diwujudkan dengan menjalin hubungan antara sekolah dengan masyarakat. Tidak dapat dipungkiri sekolah adalah wadah dalam melakukan proses pendidikan formal. Oleh karenanya bukan hanya guru yang dituntut menunjukkan kompetensi sosialnya melainkan juga seluruh komponen yang ada di dalamnya.

Perkembangan dan kemajauan sebuah sekolah terlebih yang berada di daerah terpencil akan menjadi harapan masa depan masayarakat sekitar. Dimulai dari sekolah inilah akan dilahirkan mereka-mereka sumber daya manusia yang berkualitas. Karenanya perlu ada komunikasi yang intensif antara pihak sekolah dengan masyarakat atau biasa disebut Husemas, hubungan sekolah-masyarakat. Dengan maksud apa yang diinginkan masyarakat atau apa yang dibutuhkan masyarakat dapat disampaikan dan diwujudkan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Masyarakat tentunya menginginkan agar anak-anak mereka tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus yang dapat hidup lebih baik. Dan husemas dengan komunikasi dua arah yang intensif antara sekolah dengan masyarakat akan membantu mewujudkan keinginan tersebut.

Lalu,  bagaimana salah satu contoh nyata dari pelaksanaan peran guru di dalam masyarakat ini? Contohnya seperti yang dilakukan oleh MAN 2 Palembang yang mengadakan acara pelepasan siswa kelas XII. Bukan hanya melakukan pelepasan siswa siswinya pihak sekolah juga mengundang para orang tua dan wali. Selain itu berbagai tokoh penting pun turut dihadirkan seperti Kepala Kemenag Sumsel Drs. H. Najib Haitami yang diwakili HM. Riduan MM, Kepala Kemenag Kota Palembang Drs. H. Rosidin M. PdI, Wali Kota Palembang H. Eddy Santana yang diwakili Kadisdikpora Kota H. Riza Fahlevi MM, dan Ketua Komite Sekolah H. Azhari Ali BA.

Secara tidak langsung pihak sekolah dan guru MAN 2 Palembang telah mengembangkan kompetensi sosial. Kompetensi yang dibutuhkan untuk membangun hubungan harmonis antara pihak sekolah khususnya guru dengan masyarakat sekitar. Dengan dilaksanakannya acara perpisahan di MAN 2 Palembang ini akan semakin memperkuat rasa percaya dari masyarakat kepada pihak sekolah dalam mencetak sumber daya manusia yang beriman dan berakhlak baik yang pada nantinya akan berguna di dalam kehidupan masyarakat. Terlebih dengan berbagai tokoh yang dihadirkan tentunya semakin menunjukkan keseriusan pihak sekolah dalam mempersiapkan lulusan yang berkualitas.


Pernah menuliskan salah satunya?

artikel hubungan sekolah dan masyarakat (13), husemas (13), contoh kegiatan husemas (7), pentingnya hubungan sekolah dengan masyarakat (6), contoh hubungan guru dengan masyarakat (6), makalah hubungan guru dengan masyarakat (6), hubungan guru dengan masyarakat (5), pentingnya HUsemas (5), peranan guru dalam husemas (4), Makalah Husemas (4), pentingnya hubungan sekolah dan masyarakat (4), pentingnya komite sekolah hubungannya dengan humas (4), contoh makalah hubungan sekolah dengan masyarakat (4), hubungan sosial pihak sekolah dengan pemerintah (3), artikel hubungan masyarakat dan sekolah (3), pentingnya komite sekolah dengan humas (3), artikel hubungan guru dengan masyarakat (3), hubungan antara masyarakat dengan sekolah (2), mengapa sekolah perlu ada hubungan dengan masyarakat (2), hubungan sekolah masyarakat dan anak (2), pentingnya hubungan komite sekolah dengan humas (2), contoh hubungan antara guru dengan guru (2), makalah prinsip – prinsip husemas (2), hubungan sekolah dengan masyarakat dalam pendidikan (2), membina hubungan sekolah dengan masyarakat (2), 

author siputro.com
Rino Saputro, S.Pd

"Hidup itu kegagalan, kegagalan mendeskripsikan kehidupan akan membawa hidup selalu dalam kegagalan"

materi php dan MYSQL
materi teknisi komputer