Buat yang Galau Karena Nilai

Musim ujian akhir semester telah berlalu dan kini waktunya menunggu hasil dari jeri payah selama satu semester. H2C (harap-harap cemas) tentunya jika mengingat usaha yang belum maksimal. Jelas dong H2C lah belajarnya aja pake SKS, nah loh. Sistem kebut semalam ini memang masih menjadi primadona sepertinya untuk pelajar Indonesia.

Akhirnya beberapa dosen telah mengeluarkan nilainya. Dan apa yang terjadi seperti postingan ter-schedule mulai bermunculan update status dari mereka yang merasa kurang puas dengan hasil yang di dapat. Apa yang salah? Apa semua kesuksesan itu dinilai dari nilai? Se-dewa itukah nilai sehingga menjadi sebuah hal mutlak untuk mendapatkan nilai yang tetinggi. Padahal nilai yang didapat sebenarnya sudah cukup baik (tidak mengulang).

Memang sebuah kerja keras ketika tidak berbuah hasil yang kita inginkan akan menimbulkan kekecewaan yang sangat. Namun akan sangat tidak bijak kita terus menyalahkan hasil yang ada. Setidaknya atau normalnya hasil yang didapat akan berbanding lurus dengan usaha yang kita lakukan. Walaupun tidak, tentunya tidak akan sampai kontras antara hasil dan usaha.

Doktrinisasi nilai seperti ini haruslah dirubah. Karena secara rasional tidak mungkin ada dua orang yang mendapat ranking 1 dan tidak mungkin jika dalam 1 kelas semua mendapatkan nilai yang sama. Memang benar berlomba dalam kebaikan menjadi hal yang sangat penting, tapi tidak lebih penting dari tujuan yang akan kita capai. Tidak jarang dari kita yang merasa tertekan bahkan stress karena salah mempresepsikan sebuah tujuan.

2 Responses to “Buat yang Galau Karena Nilai”
  1. Taruhan Bola Online 19/07/2012
    • inoputro 19/07/2012

Leave a Reply