Kemana Etika Kesopanan Bangsa Kita?

Kemana Etika Kesopanan Bangsa Kita? Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya (dulu). Salah satu yang menjadi karakter bangsa kita adalah norma kesopanan yang tertanam dalam diri masyarakat. Bahkan ketika Bangsa eropa mulai menjelajahi seisi nusantara ini Indonesia masih terkenal dengan masyarakatnya yang mudah menerima budaya luar (entah ramah atau bodoh). Tapi apa benar bangsa kita memiliki kesopanan? Ada suatu hal yang mengganjal di pikiran saya jika anda menjawa “Ya.”

Dalam pemberitaan media saat ini tengan santer diberitakan tentang pidato Presiden kita yang kabarnya dibocorkan oleh salah satu media online dan saat ini tengah diusut. Tapi di sini saya tidak akan membahas tentang kasus pembocoran ini melainkan membahas tentang bagaimana mereka memberitakannya.

Mari kita lihat beberapa judul artikel berita online yang saat ini tengah menjadi perbincangan;
Detik News : PKS Duga Pidato SBY Sengaja Dibocorkan
Okezone News : Pidato SBY Bocor atau Sengaja Dibocorkan?
Tempo : PKS Tuding Pidato SBY Marah Sengaja Dibocorkan
Liputan6.com : Pengamat: Pidato SBY Sengaja Dibocorkan
Kompasiana : Pidato SBY Bocor atau Dibocorkan?

Setidaknya di atas ada 5 media pemberitaan online terbesar di indonesia dengan judul artikel pemberitaannya. Yang kita amati di sini mengapa kita menyebut presiden kita dengan inisial SBY? Pernah berpikir memanggil guru atau dosen kita disekolah dengan nama inisial tanpa inisial bapak/ibu? Jika belum silahkan coba dan saya menjamin jika nilai anda maksimal D untuk mata kuliah beliau. Atau analogi lain pernahkah anda menonton film tentang kerajaan? Apakah mereka para rakyatnya memanggil rajanya dengan inisial tanpa embel-embel bapak/ibu? Saya rasa anda pasti tahu jawabannya.

Stop!!! Jika anda berpikir saya menulis artikel ini untuk mengharumkan atau mencitrakan nama presiden kita. Karena ada 3 teori di sini:
Pertama: saya bukan tim sukses
Kedua: tak berarti dengan ditulisnya artikel ini saya adalah salah satu pemilih beliau dalam pemilu karena pada kenyataannya saya belum pernah mengikuti pemilu.
Ketiga: pada kenyataannya beliau pun tidak marah ataupun kecewa dipanggil dengan nama inisial.

Memanggil nama seorang kepala negara dengan inisial bahkan tanpa embel-embel bapak/ibu menjadi hal yang lumrah saja. Dimana norma kesopanan kita? Hal ini memang merupakan masalah kecil namun hal sekecil ini juga mengindikasikan jika norma kesopanan bangsa kita, bangsa Indonesia, kian lama kian bergeser. Bukan tidak mungkin jika pada suatu saat nanti bukan hanya dipemberitaan saja bahkan di forum-forum resmi kita akan memanggil pimpinan kita dengan nama inisial.

Harus kita rubah!!! Mungkin memang ini budaya orang dewasa saat ini tapi kita semua bangsa muda jangan pernah pesimis menganggap budaya kita tidak bisa kembali seperti dulu. Karena pada dasarnya saya sendiri tidak mau jika nantinya saya dipanggil dengan inisial R.S.

Hal yang harus kita tanamkan di sini adalah sadarlah jika budaya ini adalah milik kita. Budaya yang tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa kita yang menjalankan. Begitu berjasanya nenek moyang kita yang telah mewariskannya karena bagi saya sebagai salah satu bagian dari bangsa yang besar ini merasa jika budaya Indonesia merupakan budaya yang paling ideal. Bahkan tak sedikit pula warga asing yang ingin menetap di indonesia karena melihat msyarakat kita yang sopan dan santun dalam beretika dan berprilaku. Dan ini harus tetap kita jaga karena ini adalah kekayaan kita.

Indahnya dunia ketika kita dapat saling berbagi.


Pernah menuliskan salah satunya?

PIDATO TENTANG KEMANA ANAK BANGSA KITA (1), 

11 Responses to “Kemana Etika Kesopanan Bangsa Kita?”
  1. Permen Lolipop 27/06/2012
  2. Cilembu 03/06/2012
    • inoputro 03/06/2012
  3. senapan angin 29/05/2012

Leave a Reply