Pemikiran Awal dalam Persiapan Pembelajaran (part 2)

Artikel lanjutan …

<<= Pemikiran Awal dalam Persiapan Pembelajaran (part 1)

Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berebeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif.  Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti tekhnik meskipun dalam koridor metode yang sama.

Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyaj menggunakan alat bantu elektronik karena memangdia sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau ke kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadiandari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekaligus juga seni (kiat).

Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentukpembelajaran yang terganbar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Berkenaan juga dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 kelompok model pembelajaran, yaitu: model interaksi sosial, model pengolahan informasi, model personal-humanistik dan model modifijasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.

Untuk lebih jelasnya, posisi hierakis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

Di luar istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal pula istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktifitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang akan dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.

….
Berdasarkan uraian diatas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memiliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaiman diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menemukan sumber-sumber literaturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.

Guru atau calon guru? Sudahkan terpikir untuk membuat model pembelajaran cersi anda sendiri?

sumber:

Bahan ajar Mata Kuliah Pendidikan IPS, semester 3

*update 22/02/2012: ternyata artikel ini dirangkum dari artikel salah satu sobat blogger.

spesial thanks to Akhmad Sudrajat ^-^


Pernah menuliskan salah satunya?

persiapan pembelajaran (56), makalah tentang pemikiran guru dalam mengajar (2), persiapan awal pembelajaran (2), kata humor sebelum mengajar (2), bruce joyce dan marsha weil dalam dedi supriawan dan a benyamin surasega (1990) (1), penelitian tentang kesiapan guru sebelum pembelajaran (1), pemikiran bruce joyce marsha weil (1), pembelajaran di sd awal sampai akhir (1), Model-model persiapan mengajar (1), persiapan dalam model pembelajaran ceramah (1), persiapan menerapkan model desain pembelajaran (1), persiapan pembelajaran di kelas dengan metode ceramah (1), strategi pembelajaran macam-macam yang proses belajar mengajar dan dari rumah dari satu kerumah lainnya (1), strategi persiapan bahan ajar (1), sudahkah guru menerapkan teori belajar (1), Tabel Bluhprint dalam persiapan mengajar (1), taktik guru tentang materi rumah sehat ips sd (1), model-model mengajar versi bruce joyce dan marsha weil (1), MODEL PERSIAPAN MENGAJAR (1), cara mempersiapkan perangkat pembelajaran dalam pendidikan matematika (1), cara persiapan perangkat pembelajaran (1), dalam bruce joyce (1), empat model pendektan pembelajaran bruce joice and marsha well (1), humor dalam mengajar (1), kata kata untuk awal mengajar (1), 

Pemikiran Awal dalam Persiapan Pembelajaran (part 2) was last modified: February 22nd, 2012 by inoputro

Artikel Terkait Pemikiran Awal dalam Persiapan Pembelajaran (part 2)

Pendidikan Berkarakter sejak Dini

Pendidikan Berkarakter sejak Dini

Pendidikan Berkarakter di Usia Dini. Apakah anda pernah mendengar

Cara Memberikan Pendidikan Pada Anak Usia Dini

Cara Memberikan Pendidikan Pada Anak Usia Dini

Cara Memberikan Pendidikan Pada Anak Usia Dini. Seiring dengan

Model Konsep Kurikulum Subjek Akademis

Model Konsep Kurikulum Subjek Akademis

Model Konsep Kurikulum Subjek Akademis. Seperti yang telah saya

Analisis Tingkatan Kurikulum Part. 2

Analisis Tingkatan Kurikulum Part. 2

Perbandingan dengan KTSP SMP <<== lanjutan dari analisis tingkatan

Add Your Comment