Pemikiran Awal dalam Persiapan Pembelajaran (part 1)

Setelah sebelumnya saya menuliskan artikel tentang persiapan mengajar, kali ini saya akan membahas tentang pemikiran awal dalam persiapan pembelajaran. Pemikiran awal ini merupakan kunci sukses bagi seorang guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Karena dengan pemikiran awal inilah bisa di lihat bagaimana gambaran proses kegiatan belajar mengajar akan berlangsung, yang tentunya disessuaikan dengan tujuan awal pembelajaran dan isi pembelajaran yang akan disampaikan.

Paling tidak ada beberapa hal yang harus dipikirkan dalam persiapan pembelajar, yaitu berkenaan dengan:

  1. Pendekatan pembelajaran
  2. Strategi pembelajaran
  3. Metode pembelajaran
  4. Teknik pembelajaran
  5. Taktik Pembelajaran
  6. Desain Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu:

  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus di capai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
  2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan ditempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
  4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievment) usaha.

Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:

  1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil prilaku dan pribadi peserta didik.
  2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkag-langkah atau prosedur, metode dan tekhnik pembelajaran.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.

Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

Startegi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya, 2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplimentasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: ceramah, demonstrasi, diskusi, simulasi, laboratorium, pengalaman lapangan, brainstorming, debat, simposium, dan sebagainya.

continued…

=>> Pemikiran Awal dalam Persiapan Pembelajaran (part 2)


Pernah menuliskan salah satunya?

pendekatan pembelajaran berpusat pada guru (17), persiapan strategi pembelajaran (14), makalah persiapan pembelajaran (10), pendekatan pembelajaran berpusat pada siswa (8), langkah-langkah dalam persiapan pengajaran (7), langkah-langkah exposition discovery learning (6), kelompok pembelajaran dilihat dari strateginya (5), persiapan guru dalam mengajar (5), pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) (5), exposition-discovery learning (4), kesiapan pembelajaran (3), persiapan guru dan anak dalam proses belajar mengajar (3), pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (3), kelompok pembelajaran dilihat dari strateginya exposition discovery learning (2), LANGKAH LANGKAH DALAM PERSIAPAN PENGAJARAN (2), persiapan seorang guru sebelum mengajar (2), makalah persiapan guru dalam mengajar (2), Makalah persiapan sebelum mengajar (2), persiapan strategi belajar (2), strategi guru di awal pembelajaran (2), bentuk persiapan guru sebelum mengajar (2), pemikiran strategi pembelajaran (2), empat prosedur Expository Learning (2), pengertian kegiatan awal dalam proses pembelajaran (1), persiapan proses belajar mengajar (1), 

Pemikiran Awal dalam Persiapan Pembelajaran (part 1) was last modified: February 23rd, 2012 by inoputro

Gallery of Pemikiran Awal dalam Persiapan Pembelajaran (part 1)