Bisakah Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Gaul?

Kali ini saya sedikit akan berbagi cerita tentang apa yang saya tonton hari ini. Sebuah acara yang di tayangkan di salah satu televisi swasta yang entah saya tidak terlalu ingat namanya (maklum jarang nonton tv).  Acara ini di bawakan oleh salah satu musisi kondang yakni Abang Yovi, mungkin ada beberapa diantara sobat ip yang pernah melihat acara ini. Acara yang di bawakan berjenis talk show yang membahas sebuah topik dengan mengundang beberapa nara sumber.

 

(…) Mereka memiliki cara-cara berkomunikasi yang berbeda. Blogger yang biasanya bersikap perfectionis (tuh kan bahasanya campur-campur), facebookers dengan semua masalah pribadinya, tweep yang sok artis,, dan anak-anak forum dengan sejuta bahasa aneh mereka.

 
Hari ini acara yang saya tidak tahu namanya ini membahas tetang topik “Bisakah Bahasa Indonesia menjadi bahasa gaul?” Menurut saya ini merupakan topik yang sangat menarik yang jarang sekali terpikirkan oleh orang lain. Dan oleh karenannya acara ini berhasil menarik perhatian saya hingga akhir acara. Terlebih karena salah satu dari nara sumbernya adalah Abang Raditya Dika yang jujur saja saya mengidolakannya, bukan secara fisik ataupun materi, tetapi saya kagum dengan cara berpikirnya.
 
Memang tanpa kita sadari penggunaan bahasa sehari hari yang kita lakukan sangat mempengaruhi kemampuan kita dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan EYD. Termasuk ketika saya menulis postingan ini, saya sadar jika tulisan yang saya buat strukturnya ngalor ngidul, pemilihan diksinya ribet bin rieuh, dan terkadang isi yang mau saya sampaikan pun terkadang tidak tercapai. Tapi yang namanya belajar tidak akan ada salahnya, kapan lagi kita bisa menulis kalau tidak pernah menulis. Betul?
 
Baiklah kembali lagi ke topik acara yang saya tonton bebrapa jam lalu ini. Dalam pergaulan biasanya timbul rasa bosan menggunakan pilihan kata-kata baku seperti yang di katakan beberapa nara sumber. Dan biasanya dalam rasa jenuh ini setiap orang ingin mencari variasi lain untuk berkomunikasi. Di sinilah banyak bermunculan bahasa campuran antar Bahasa Indonesia dengan bahasa daerah atau bahkan mereka yang kreatif mulai mencari bahasa-bahasa gaul yang banyak menjadi trend di tengah golongan remaja. Kita contohkan saja seperti kata-kata alay yang tidak sengaja di buat seperti “udah ujan.. becek.. gak ada ojek..” karya Cinta laura hingga kata-kata alay yang tidak tahu sengaja atau tidak seperti kata “sesuatu” yang mempopulerkan seorang penyanyi, Syahrini.
 
Biasanya kata-kata khusus yang tidak baku ini muncul di tengah-tengah suatu kelompok sebagai bentuk kejenuhan mereka dalam berkomunikasi. Kita lihat saja contoh nyatanya beda antara blogger, facebookers, tweep, sampai anak-anak forum. Mereka memiliki cara-cara berkomunikasi yang berbeda. Blogger yang biasanya bersikap perfectionis (tuh kan bahasanya campur-campur), facebookers dengan semua masalah pribadinya, tweep yang sok artis,, dan anak-anak forum dengan sejuta bahasa aneh mereka.
 
Bahasa memang bukanlah hal statis yang tidak akan berubah mulai dari dibentuk sampai hari kiamat. Akan tetapi bahasa merupakan hal dinamis yang selalu berkembang mengikuti zaman. Mungkin panggilan “masbro” seperti yang banyak digunakan sekarang tidak akan dianggap sebagai bahasa gaul di tahun 70-an, dan begitu pun sebaliknya. Perlu adanya instansi yang berwenang yang selalu bekerja ekstra merangkum perkembangan bahasa ini. Toh kasihan adik-adik kita yang masih sekolah yang dimarahi gurunya karena tidak menggunakan kata-kata baku yang padahal kata-kata tersebut adalah kata yang sering didengarkan setiap hari di lingkungannya.
 
Dan untuk pertanyaan Bisakah Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Gaul? Pendapat saya pribadi bisa, selagi kata yang digunakan bermakna positif. Karena manusia bukanlah robot yang memiliki set program.

 

Indahnya dunia ketika kita dapat saling berbagi.

7 Responses to “Bisakah Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Gaul?”
  1. cak lee 29/01/2012
  2. akhmuri 16/01/2012
  3. Muhammad Muchlis 16/01/2012
  4. normi 15/01/2012
  5. sampeweweh 15/01/2012
    • inoputro 16/01/2012

Leave a Reply