Ketika Siswa Berkata

inoputro(dot)com, ketika siswa berkata …

Guru dan siswa merupakan 2 komponen yang sangat dekat sekali perannya. Tidak akan ada yang menjadi guru jika tidak ada siswa dan begitu juga sebaliknya. Tapi bukan bererti hubungan diantara keduanya selalu berjalan mulus. Fakta banyak membuktika bahwa interaksi diantara keduanya bahkan bisa berujung ke kasus perdata ataupun pidana. Semua itu kembali ke individu masing-masing bagaimana dia mengilhami perannya baik sebagai guru ataupun sebagai murid.

Sedikit bercerita tentang pengalaman saya ketika menjadi salah satu pengurus OSIS di SMA saya dulu, banyak sekali kegiatan-kegiatan yang kami canangkan bahkan telah banyak proposal kami buat tidak mendapatkan restu baik dari guru, pembina OSIS, dan Kepala Sekolah. Entah apa yang salah beribu alasan diberikan tanpa ada niatan untuk membantu kami membangun sesuatu yang lebih baik lagi. Hasilnya OSIS kini tidak lagi menjadi produktif dan hanya pasif menerima aturan dan cemoohan yang diberikan. Banyak yang berkata jika kami adalah OSIS pemalas. Tidak ada acara padahal kami telah mengusahakannya.

siswa berbicara

Seperti itulah yang saya teriakan di page FB saya. Ketika seorang siswa berkata “Ya, aku bisa!” maka seharusnya guru berkata “Ya, kita bisa!!!”. Guru merupakan orang tua ke 2 selain kedua orang tua siswa dan oleh karenanya guru harus memberikan support kepada para siswanya. Seperti yang di filsafatkan dalam soko guru pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara, Ing ngarso sung tulodho, ing madio mangun karso, tutwuri handayani.

Ing karso sungtulado ( didepan menjadi Teladan )

Ing madio mangun karso ( disamping pemberi semangat )

tut wuri handayani ( dibelakang sebagai pendorong )

 

Semoga ada perbaikan bukan hanya perbaikan struktural dalam pendidikan kita tapi juga perbaikan moralitas dan kesadaran tenaga pendidik dalam institusi kita. Karena guru adalah masa depan ku. Jangan sampai kita kalah dengan institusi lain seperti perusahaan jasa “software akuntansi” misalnya yang berani memberikan garansi kepada kliennya atas produknya. dan mereka (siswa) tidak menuntut garansi ataupun ganti rugi, tapi apa yang kita tanamkan kini akan terus dibawanya hingga sampai akhir hayatnya. dan semua itu adalah tanggung jawab kita (guru).

 

Indahnya dunia ketika kita dapat saling berbagi.

Leave a Reply