Hidup Itu Tantangan

Inilah hidupku, hidupku yang biasa dan tak jarang tak berarah. Selalu mencoba untuk jadi orang lain dengan berharap tercapai sebuah kesempurnaan diri. Mencoba mencari dan terus mencari apa arti sebuah kesempurnaan. Kabut gelap seakan menjadi sebuah tujuan utama yang aku sendiri tidak tahu itu apa. Entah apa yang akan menjawab semua ini dan yang pasti diam bukan merupakan sebuah jawaban.

Aku adalah aku, itu yang selalu ku katakan pada mereka yang setia berada di sekitarku. Apa yang ku pikirkan mungkin tak sampai terpikirkan oleh mereka. Dan itu sebuah kesalahan fatal karena apa yang mereka pikirkan mungkin tak sampai terpikirkan olehku. Sifat enggan, acuh tak acuh dan masa bodoh menjadi nyawa dalam kehidupanku. Menjadi sebuah jendela baru yang memberikan sebuah tantangan diri.

Sadar manusia bukan merupakan makhluk individual, dengan segenapĀ  kemampuanku merefleksikan diri untuk menggabungkan egoku dengan ego mereka. Namun apa yang ku dapat? Bukanlah sebuah kesempurnaan melainkan kepincangan yang secara perlahan timbul. Sedikit demi sedikit terlena dengan keadaan yang ada. Hingga akirnya ku harus menentukan apa peranku dalam sosial ini. Subjek kah? Objek kah? Atau penonton kah?

Subjek, orang yang mengatur kehidupan ini.

Objek, bahan percobaan kehidupan.

Penonton, penonton setia kehidupan.

Semua orang ingin menjadi subjek itu faktanya. Terlepas dari kata siap untuk menjadi subjek mereka berlomba-lomba untuk berdiri di depan yang lainnya. Inikah sifat manusia? Aneh memang. Tapi fakta lain menunjukan bahwa tidak semua mereka yang berkemampuan mendapatkan kesempatan. Hanya mereka yang beruntung yang memeiliki kelebihan pihak ketiga yang dapat kesempatan itu.

Banyak orang menjadi objek itu faktanya. Ketika mereka yang mampu tidak memiliki kesempatan hanya bisa berdiam. Kini mereka haru mengikuti permainan sang subjek. Baik buruk seakan tidak menjadi masalah karena yang terpenting adalah kuantitas. Banyaknya pendukung menjadi legalitas yang kokoh untu menyematkan misi pribadi. Dan hal ini yang harus dimakan oleh objek.

Ada 2 jenis penonton, penonton pasif dan penonton aktif. Untuk penonton pasif lebih baik tidak usah dibahas karena memang lebih baik mereka kelaut saja. Dan untuk penonton aktif, keterkaitan hubungan antara subjek dan objek seakan menjadi hiburan bagi mereka penonton aktif. Tak jarang bahwa mereka yang menjadi penonton aktif memiliki ideologi yang lebih kuat. Menjadi penonton bukanlah pilihan mereka, melainkan mereka mengerti bahwa tidak ada pilihan yang bisa dipilih.

Sadar hidup ini penuh tantangan. Berusaha sedini mungkin memilih jalan hidup.

 

Indahnya dunia ketika kita dapat saling berbagi


Pernah menuliskan salah satunya?

hidup adalah tantangan (16), Pengertian tantangan dengan sadar (1), pengertian tidak sadar bahwa hidup penuh tantangan (1), Tidak sadar bahwa hidup punya tantangan (1), 

Leave a Reply