siputro.com

Hubungan Ilmu Negara dengan Ilmu Politik

inoputro(dot)com, Hubungan Ilmu Negara dengan Ilmu Politik.

Ilmu Negara dalam Hubungannya dengan Ilmu kenegaraan, munculnya Ilmu Negara sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri adalah berkat jasa George Jellinek dalam bukunya Algemeine Staatlehre. Dalam bukunya, yaitu ia membagi Ilmu Kenegaraan atas dua bagian, yaitu sebagai berikut.

  • Ilmu Negara dalam arti sempit (staatwisenschaften).

  • Ilmu Pengetahuan Hukum (Rechtwissenschaften).

Apa yang dimaksud oleh Jellinek dengan Rechtswissenschaften adalah hukum publik yang menyangkut soal kenegaraan, misalnya Hukum Tata Negara Hukum Administrasi Negara, Hukum Antara Negara, Hukum Pidana. Hal yang penting dalam pembagian Jellinek bagi ilmu negara adalah bagian yang pertama, yaitu ilmu kenegaraan dalam arti sempit. Ilmu Kenegaraan dalam arti sempit ini mempunyai 3 bagian sebagai berikut.

  • Beschreibende Staatswissenschaft.

  • Theoretische Staatswissenschaft.

  • Praktische Staatswissenschaft.

Ilmu Politik itu adalah semacam sosiologi daripada negara. Oleh karena pendapatnya itu ia masih menganggap Ilmu Politik sebagai bagian dari ilmu sosiologi. Selanjutnya, dikatakan olehnya bahwa Ilmu Negara dan hukum tata negara menyelidiki kerangka yuridis daripada negara, sedangkan Ilmu Politik menyelidiki bagiannya yang ada di sekitar kerangka itu. Dengan perumpamaan itu Hoelink telah menunjukkan betapa eratnya hubungan antara Ilmu Negara dengan Ilmu Politik, oleh karena kedua-duanya itu mempunyai objek penyelidikan yang sama yaitu negara, hanya bagiannya terletak dalam metode yang dipergunakan. Ilmu Negara mempergunakan metode yuridis, sedangkan Ilmu Politik mempergunakan metode…

Jadi, menurut paham Eropa Kontinental, Ilmu Politik itu mula-mula merupakan ilmu pengetahuan sebagai bagian daripada Ilmu Kenegaraan (Applied Science) dan kemudian Ilmu Politik menjadi ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri terpisah daripada Ilmu Negara dan Ilmu Kenegaraan karena pengaruh dari sosiologi.

Bagaimanakah keadaan Ilmu Politik di negara Anglo Saxon? Di Inggris ilmu pengetahuan politik (political science) lebih terkenal daripada Ilmu Negara dan Ilmu Negara itu asing sama sekali bagi negara-negara Anglo Saxon dan istilah-istilah yang dipergunakan juga adalah lain. Seperti Ilmu Negara dipakainya istilah General Theory of State dan Ilmu Kenegaraan dipakainya Istilah General Science. Istilah ini dapat dijumpai dalam buku “Contemporary of Political Science” yang dikeluarkan oleh Unesco. Jadi, bagi negara-negara Anglo Saxon yang sentral adalah Political Science dan bukan Ilmu Negara atau Ilmu Kenegaraan.

Indahnya dunia ketika kita dapat saling berbagi.

Artikel terkait:


Pernah menuliskan salah satunya?

hubungan ilmu negara dengan ilmu politik (179), hubungan ilmu politik dengan ilmu negara (61), hubungan administrasi negara dengan ilmu politik (52), hubungan administrasi negara dengan politik (48), ilmu negara (42), hubungan ilmu negara dengan ilmu lainnya (25), hubungan ilmu administrasi negara dengan ilmu politik (21), hubungan politik dengan administrasi negara (19), hubungan ilmu negara dan ilmu politik (18), hubungan hukum tata negara dengan ilmu politik (16), administrasi negara sebagai ilmu politik (16), hubungan han dengan ilmu politik (15), hubungan ilmu politik dengan ilmu pemerintahan (14), hubungan ilmu politik dengan ilmu administrasi negara (13), hubungan politik dengan negara (12), hubungan hukum administrasi negara dengan ilmu politik (12), makalah tentang hubungan administrasi negara dengan politik (11), hubungan ilmu negara dengan hukum administrasi negara (10), hubungan negara dengan politik (10), ilmu negara menurut george jellinek (10), hubungan antara ilmu politik dengan ilmu negara (9), hubungan antara ilmu administrasi negara dengan ilmu politik (8), hubungan ilmu politik dengan administrasi negara (8), hubungan ilmu negara dengan hukum tata negara (8), hubungan ilmu politik dan ilmu negara (7), 

author siputro.com
Rino Saputro, S.Pd

"Hidup itu kegagalan, kegagalan mendeskripsikan kehidupan akan membawa hidup selalu dalam kegagalan"