Faham Monisme

inoputro(dot)com. faham monisme.

Faham monisme didasarkan atas pemikiran kesatuan dari pada seluruh hukum yang mengatur hidup manusia. Dalam rangka pemikiran ini hukum internasional dan hukum nasioanal merupakan dua bagian yang dari satu kesatuan yang lebih besar yaitu hukum yang mengatur kehidupan manusia. Akibat dan pandangan monisme ini adalah bahwa antara dua perangkat kententuan hukum ini mungkin ada hubungan hieharki (objektifitas).

Faham monisme terbagi menjadi dua, yaitu:

Monisme dengan primat hukum nasional

Pandangan yang melihat kesatuan antara hukum nasional dengan hukum internasional ini pada hakekatnya menganggap bahwa hukum internasional itu bersumber kepada hukum nasional.

Alasan utama pada anggapan ini adalah:

  • Bahwa tidak ada satu organisasi di atas negara-negara yang mengatur kehidupan negara di dunia ini.
  • Dasar dari pada hukum internasional yang mengatur hubungan internasional adalah terletak di dalam wewenang negara-negara untuk mengadakan perjanjian-perjanjian internasional, jadi wewenang konstitusional.

Kelemahan faham monisme dengan primat hukum nasional

  • Bahwa faham ini terlalu memandang hukum itu sebagai hukum yang tertulis semata-mata sehingga sebagai hukum internasional dianggap hanya hukum yang bersumberkan perjanjian internasional, suatu hal yang sebagaimana diketahui tidak benar.
  • Bahwa pada hakekatnya pendirian dan faham kaum monisme dengan primat hukum nasional ini merupakan penyangkalan dari pada adanya hukum internasional yang mengikat negara-negara. Sebabnya adalah apabila terikatnya negara-negara pada hukum internasional digantungkan pada hukum nasional, hal ini sama dengan menggantungkan berlakunya hukum internasional itu kemauan negara itu sendiri.

 

Monisme dengan primat hukum internasional

Menurut faham ini hukum nasional tunduk pada hukum internasional dan pada hakekatnya berkekuatan mengikatnya berdasarkan pedelegasian wewenang dan pada hukum internasional

Kelemahan faham monisme dengan primat hukum internasional, yaitu:

  • Bahwa hukum nasional itu tergantung hukum internasional (juga kekuatan berlakunya) yang mau tidak mau mengendalikan bahwa hukum internasional telah ada terlebih dahulu dan hukum nasional bertentangan dengan kenyataan sejarah.
  • Tak dapat dipertahankan dalil bahwa hukum nasional itu kekuatan mengikatnya diperoleh dan hukum internasional atau bahwa hukum nasional merupakan suatu derivasi dan padanya. Kewenangan hukum nasional bukan pendelegasian dan hukum internasional melainkan dan negara yang bersangkutan itu sendini.

 

Melihat dari uraian diatas mengenai persoalan dualisme dan monisme dalam hungannya dengan masalah hubungan antara hukum nasional dan hukum internasional, kita terpaksa menarik kesimpulan bahwa kedua-duanya faham atau teori itu tidak mampu memberikan jawaban yang memuaskan.

Pada satu pihak pandangan dualisme yang melihat hukum nasional dan hukum internasional sebagai dua perangkat ketentuan hukum yang sama sekali terpisah tidak masuk akal karena pada hakekatnya merupakan penyangkalan dan pada hukum internasional sebagai suatu perangkat yang mengatur kehidupan antar negara atau internasional.

Pada pihak lain pandangan monisme yang mengaitkan tunduknya negara nasional) pada hukum internasional dengan persoalan suatu hubungan subordinasi dalam arti strukturiil organis, walaupun menurut logika lebih memuaskan juga kurang tepat karena memang tidak sesuai dengan kenyataannya.

Kesimpulan bahwa hukum nasional itu tunduk pada hukum internasional mau dak mau harus kita terima kalau kita mengakui adanya hukum internasional. Tanpa melibatkan diri pada diskusi akademis mengenai kebenaran pandangan kedua aliran dualisme dan monisme tersebut dapatlah dikatakan bahwa praktek internasional tidak menunjukan secara nyata aliran yang lebih dominan.

 

Indahnya dunia ketika kita dapat saling berbagi.

 


Pernah menuliskan salah satunya?

alasan utama pandangan bahwa hukum nasional lebih utama dari hukum internasional adalah (141), monisme (105), aliran monisme (90), aliran monisme dalam hukum internasional (41), paham monisme (34), alasan utama pandangan bahwa hukum nasional lebih utama dari hukum internasional (27), monoisme (27), aliran monoisme (26), aliran monisme dan dualisme dalam hukum internasional (26), pengertian monisme (25), pandangan aliran monisme dalam hukum internasional (24), aliran monisme dan dualisme (14), Menurut aliran monisme (12), pengertian aliran monisme (12), kelemahan monisme (11), kelemahan aliran monisme (11), monisme adalah (10), paham monisme dengan primat hukum nasional (9), tokoh aliran monisme dalam hukum internasional (9), paham monoisme (8), contoh monisme (8), kelemahan paham monisme (8), aliran monisme dalam hukum internasional berpandangan bahwa (7), aliran monolisme (6), aliran dualisme dalam hukum internasional berpandangan bahwa (6), 

Leave a Reply