Kesatuan Sila-Sila Pancasila

inoputro(dot)com, kesatuan sila-sila pancasila.

Susunan Pancasila yang Bersifat Hierarkis dan Berbentuk Piramidal

Susunan pancasila adalah hierarkis dan mempunyai bentuk piramidal. Dalam susunan hierarkis dan piramidal ini, maka Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari kemanusiaan, persatuan Indonesia, kerakyatan dan keadilan sosial; ebaliknya Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Ketuhanan yang berkemanusiaan yang, membangun, memelihara dan mengembangkan persatuan Indonesia, yang berkerakyatan dan berkeadilan sosial demikian selanjutnya sehingga tiap-tiap sila di dalamnya mengandung sila-sila lainnya.

 

Rumusan Pancasila yang Bersifat Hierarkis dan Berbentuk Piramidal

  • Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa adalah meliputi dan menjiwai sila-sila kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  • Sila kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah meliputi dan dijiwai oleh sila Ketuhanan Yang Maha Esa, meliputi dan menjiwai sila-sila persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
  • Sila ketiha: Persatuan Indonesia adalah diliputi dan dijiwai oleh Ketuhanan Yang Maha Esa serta kemanusiaan yang adil dan beradab, meliputi dan menjiwai sila-sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
  • Sila keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan adalah meliputi dan dijiwai sila-sila Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, meliputi dan menjiawai sila-sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  • Sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah diliputi oleh sila-sila Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan.

 

Rumusan Hubungan Sila-Sila yang Saling Mengisi dan Saling Mengkualifikasi

Sila-sila Pancasila sebagai kesatuan dapat dirumuskan pula dalam hubungannya saling mengisi dan mengkualifikasi dalam rangka hubungan hierarkis piramidal tadi. Tiap-tiap sila seperti telah disebutkan di atas mengandung empat sila lainnya, dikualifikasi oleh empat sila lainnya. Untuk kelengkapan dari hubungan kesatuan keseluruhan dari sila-sila Pancasila dipersatukan dengan rumus hierarkis tersebut di atas adalah:

  • Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Ketuahanan yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, yang berpersatuan Indonesia, yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  • Sila kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah kemanusiaan yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, yang berpersatuan Indonesia, yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  • Sila ketiga: Persatuan Indonesia adalah persatuan yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, yang berperikemanuaiaan yang adil dan beradab, yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  • Sila keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan adalah kerakyatan yang ber- Ketuhanan Yang Maha Esa, yang berperikemanuaiaan yang adil dan beradab, yang berpersatuan Indonesia, yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  • Sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah keadilan sosial yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, yang berperikemanuaiaan yang adil dan beradab, yang berpersatuan Indonesia, yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

Semoga postingan ini bermanfaat.

 

Indahnya dunia ketika kita dapat saling berbagi.


Pernah menuliskan salah satunya?

kesatuan sila-sila pancasila (40), Rumusan Hubungan Kesatuan Sila-Sila Pancasila Yang Saling Mengisi Dan Saling Mengkualifikasi (11), susunan hirarkis piramidal dari pancasila (11), susunan pancasila yang bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal (11), Sila ketuhanan yang maha esa yang meliputi menjiwai sila kemanusiaa persatuan kerakyatan dan keadilan meliputi pancasila bersifat (11), kesatuan sila-sila pancasila yang saling mengisi dan saling mengkualifikasi (11), susunan pancasila (6), susunan sila-sila pancasila bersifat hirarki piramidal (5), KESATUAN SILA SILA PANCASILA (5), kesatuan pancasila (4), rumusan pancasila mempunyai susunan hirarkis piramida (4), kesatuan sila-sila (3), piramidal hirarkis (3), susunan pancasila yang bersifat hierarkis (3), rumusan pancasila bersifat hierarkis (3), rumusan pancasila yang bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal (3), PANCASILA BERSIFAT HIERARKIS DAN BERBENTUK PIRAMIDA (3), kesatuan sila-sila pancasila yang saling mengisi (3), kesatuan sila pancasila (3), sila sila pancasila yang mengkualifikasi (3), sila-sila pancasila bersifat saling mengisi dan mengkualifikasi (2), sila pancasila saling mengisi dan mengkualifikasi (2), kesatuan dan susunan pancasila (2), rumusan pancasila mempunyai susunan hirarkis piramidal (2), susunan piramida pada sila pancasila (2), 

Kesatuan Sila-Sila Pancasila was last modified: September 9th, 2011 by inoputro

Artikel Terkait Kesatuan Sila-Sila Pancasila

Suprastruktur dan Infrastruktur Politik Indonesia

Suprastruktur dan Infrastruktur Politik Indonesia

inoputro(dot)com, suprastruktur dan infrastruktur pilitik di Indonesia. Wah, senang

Cara Menghitung Pajak Penghasilan (PPh)

Cara Menghitung Pajak Penghasilan (PPh)

Kali ini mungkin artikel yang saya tulis bisa dikatakan

Tahap Perkembangan Menurut Erikson-Hurlock

Tahap Perkembangan Menurut Erikson-Hurlock

inoputro(dot)com, tahap perkembangan menurut Erikson dan Hurlock. Hooaahhmmm,, pagi-pagi

Demokrasi Kontsitusional dalam Abad ke-19 (Negara Hukum Klasik)

Demokrasi Kontsitusional dalam Abad ke-19 (Negara Hukum Klas

inoputro(dot)com, demokrasi konstitusional dalam abad ke-19 (negara hukum klasik).

Add Your Comment