siputro.com

Hakikat Negara

inoputro(dot)com, hakikat negara.

Selain terdapat perbedaan dalam definisi tentang negara, istilah “negara’ juga mengandung pelbagai arti, yang menurut Prof. Mr. L.J. Van Apeldoom dalam bukunya yang berjudul “Inleiding tot de studie van het Nederlandse Richi” (Pengantar Ilmu Hukum Belanda) bahwa :

  1. Istilah negara dipakai dalam arti “penguasa”, untuk menyatakan orang atau orang – orang yang melakukan kekuasaan tertinggi atas persekutuan rakyat yang bertempat tinggal dalam suatu daerah
  2. Istilah negara kita dapati juga dalam arti “persekutuan rakyat”, yakni untuk menyatakan sesuatu bangsa yang hidup dalam suatu daerah, di bawah kekuasaan yang tertinggi, menurut kaidah-kaidah hukum yang sama
  3. Negara mengandung arti “Sesuatu wilayah tertentu” dalam hal ini istilah negara dipakai untuk menyatakan sesuatu daerah didalamnya diam sesuatu bangsa di bawah kekuasaan tertinggi
  4. negara terdapat juga dalam arti “kas negara atau fiscus”, jadi untuk menyatakan harta yang dipegang oleh penguasa guna kepentingan umum, misalnya dalam arti “domein negara’, pendapat negara dan lain – lain

secara historis pengertian negara senantiasa berkembang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Pada zaman yunani kuno para ahli filsafat negara merumuskan pengertian negara secara beragam. Aristoteles yang hidup pada tahun 384-322 SM. Merumuskan negara dalam bukunya Politica, yang disebutnya sebagai negara polis, yang pada saat itu asih dipahami negara masih dalam suatu wilayah yang kecil. Dalam pengertian itu negara disebut sebagai negara hukum, yang didalamnya terdapat sejumlah warga negara yang ikut dalam permusyawaratan (eccelesia). Oleh karena itu menurut Aristoteles keadilan merupakan syarat mutalak bagi terselenggaranya negara yang baik, demi terwujudnya cita-cita seluruh warganya

pengertian lain tentang negara dikembangkan oleh Agustinus, yang merupakan tokoh katolik. Ia membagi negara dalam dua pengertian yaitu Civitas dei yang artinya negara Tuhan, dan Civitas Terrena ini ditolak oleh Agustinus, sedangkan yang dianggap baik adalah negara Tuhan atau Civias dei. Negara tuhan bukanlah negara dari dunia ini melainkan jiwanya yang dimiliki oleh sebagian atau beberapa orang di dunia ini untuk mencapainya. Adpaun yang melaksanakan negara adalah gereja yang mewakili negara itu serasing sama sekali dari Civias dei (Kusnardi, 1995).

 

Indahnya dunia ketika kita dapat saling berbagi.

Artikel terkait:


Pernah menuliskan salah satunya?

hakikat negara (323), pengertian hakikat negara (28), hakekat negara hukum (26), hakikat negara hukum (22), hakikat negara adalah (20), pengertian hakekat negara (16), MAKALAH HAKEKAT NEGARA (16), hakekat negara (12), makalah tentang hakikat negara (10), perbedaan hakikat bangsa dan hakekat negara (5), perbedaan hakikat bangsa dan negara (5), hakikat negara secara historis (5), artikel tentang hakikat negara (4), yhs-yhs_001 (4), perbedaan hakekat bangsa dan negara (4), definisi hakikat negara (4), arti hakikat negara (4), pengertian negara secara historis (3), contoh Makalah tentang hakikat negara (2), makalah hakekat negara hukum (2), makalah hakikat dan unsur negara (2), hakikat pengantar ilmu hukum (2), arti hakekat dan negara (2), deskripsi hakikat negara (2), hakekat warga negara indonesia (2), 

author siputro.com
Rino Saputro, S.Pd

"Hidup itu kegagalan, kegagalan mendeskripsikan kehidupan akan membawa hidup selalu dalam kegagalan"

materi php dan MYSQL
materi teknisi komputer