Perlukah Merombak Tatanan Pendidikan Indonesia?

inoputro(dot)com, perlunya merombak tatanan pendidikan indonesia.

Apakah budaya pendidikan di Indonesia terkesan terlalu general atau umum? Apakah pendidikan Indonesia berhasil mencetak generasi bangsa yang unggul seutuhnya? Mari kita lihat kenyataan yang ada. Indonesia masih tetap dalam posisinya sebagai Negara berkembang dengan angka kemiskinan yang naik turun sedikit dan cenderung jalan di tempat. Lalu dimanakah gerangan hasil perjuangan pendidikan yang telah dijalankan lebih dari separuh abad? Berdasarkan latar budaya Indonesia yang pernah dijajah Belanda lebih dari 3 setengah abad ini, Indonesia seharusnya memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu Negara terkemuka di dunia.

“Pembangunan dan perombakan pendidikan diperlukan untuk mengakrabkan nilai-nilai latar budaya dan teori yang diterapkan di sekolah ke kehidupan sehari-hari. Sebuah metode pendidikan baru yang ditujukan untuk membiasakan pelajar untuk menggunakan kecerdasan mereka untuk kekreatifitasan dan memecahkan solusi sehari-hari.”

Permasalahannya terletak pada pendekatan yang diambil oleh praktisi pendidikan untuk mendefinisikan arti kata pendidikan Indonesia. Selama ini, pendidikan didekati melalui jalur formalistik dengan implementasi yang masih mengambang. Dengan sikap yang masih mempertahankan warisan budaya kolonial yang mengedepankan satu dari berbagai macam intelegensi. Dapat diprediksi bahwa pendidikan Indonesia akan tetap jalan ditempat. Salah satu cara adalah merubah paradigma tentang pendidikan. Akan lebih baik jika pendidikan dimaknai dengan sebuah proses untuk mendalami dan memahami kehidupan sekaligus mengaplikasikan pengetahuan dengan kemampuan dasar yang dimiliki setiap orang.

Untuk saat ini, bisa diambil kesimpulan bahwa pendidikan Indonesia telah gagal dalam mengakrabkan ilmu yang diperoleh di sekolah dengan kehidupan sehari-hari. Pelajar kurang dilatih untuk mempergunakan kekreatifitasan mereka memecahkan beragam persoalan dalam kehidupan. Terdapat jurang pemisah antara teori yang diperoleh di sekolah dengan praktek kehidupan sehari-hari.

Pelajar memperoleh teori yang rumit di sekolah dan belum tentu sesuai dengan bakat intelijensi mereka, alhasil mereka sekedar memperoleh teori dan menghafalkannya agar bisa memperoleh nilai bagus dalam ujian. Setelah ujian, mereka cenderung melupakannya hingga ilmu itu diperlukan untuk dipelajari lagi agar memperoleh nilai yang sempurna dalam ujian nasional. Sebuah pemikiran sederhana yang dilakukan berulang-ulang dan kolektif. Yang diuntungkan dalam metode pendidikan Indonesia ini adalah siswa yang memiliki kemampuan intelegensi yang sesuai dengan pelajaran yang diberikan oleh sekolah.

Bagaimana dengan siswa yang memiliki intelegensi lebih dibidang lingkungan atau musik. Dan mereka memiliki kekurangan dibidang kemampuan kognitif akademik, tentu akan semakin terpuruk. Oleh karena itu diperlukan sebuah metode yang berbeda di pendidikan Indonesia agar mampu meningkatkan kualitas generasi bangsa Indonesia seutuhnya, tidak hanya sebagian siswa yang memiliki kemampuan intelegensi yang tersedia mata pelajaran.

Pembangunan dan perombakan pendidikan diperlukan untuk mengakrabkan nilai-nilai latar budaya dan teori yang diterapkan di sekolah ke kehidupan sehari-hari. Sebuah metode pendidikan baru yang ditujukan untuk membiasakan pelajar untuk menggunakan kecerdasan mereka untuk kekreatifitasan dan memecahkan solusi sehari-hari. Dengan ide yang ideal ini, pelajar akan diasah kemampuan mereka sesuai dengan perbedaan inteligensi mereka dan mempotensialkan kemampuan untuk generasi bangsa yang hebat.

No Responses to “Perlukah Merombak Tatanan Pendidikan Indonesia?”

Leave a Reply