Mempelajari Lebih Dalam Tentang Filsafat Moral

inoputro(dot)com, mempelajari lebih dalam tentang filsafat moral.

Jika kita berminat mendalami filsafat moral, maka perhatian kita tak akan pernah jauh dari penggunaa istilah ‘Etika’. Pertama kali digunakan di Yunani, etika bisa juga disebut sebagai filsafat moral dan merupakan ilmu untuk mempelajari suatu adat kebiasaan. Mengapa filsafat moral begitu penting? Dengan mempelajari ilmu tentang adat kebiasaan ini, manusia bisa mengerti dan mengembangkan apa yang seharusnya dilakukan untuk sebuah kemajuan.

“Mempelajari filsafat moral mengundang kita mengurai tanda tanya terhadap persoalan amoral. Pada dasarnya amoral tidaklah berkaitan sama sekali dengan etis maupun moral.”

Pada dasarnya, filsafat moral merupakan bagian dari etika yang memilki tiga makna yang berbeda, ergantung pada sudut pandang yang dipergunakan. Keberadaan etika memberikan pencerahan pada suatu komunitas ataupun individual untuk menjalani hidup dengan aturan yang telah diberlakukan. Jika etika dikaitkan dengan kaidah norma yang dijadikan pegangan suatu individu maupun komunitas untuk mengatur perilaku mereka, maka hal itu disebut pula sistem nilai dan sering dikenal dalam masyarakat sabagai etika islam, etika protestan dan lain-lain.

Sedangkan etika yang dikaitkan dengan nilai moral ataupun kumpulan asas bisa dilihat dari kode etik peneliti, kode etik kedokteran dan lain lain. Hal itu akan menjadi berbeda apabila dikaitkan dengan ilmu mengenai hal baik dan buruk. Etika bisa dikaitkan sebagai ilmu apabila beberapa kemungkinan etis dijadikan sebagai bahan refleksi untuk sebuah penelitian yang metodis dan sistematis. Dalam kaitan inilah yang menjadikan etika disebut juga dengan sebutan filsafat moral.

Mempelajari filsafat moral mengundang kita mengurai tanda tanya terhadap persoalan amoral. Pada dasarnya amoral tidaklah berkaitan sama sekali dengan etis maupun moral. Terkadang kita salah memahami suatu persepsi, sehingga menggunakan istlah amoral untuk menunjukka arti tidak bermoral. Sebuah kalimat yang tepat adalah immoral yang bermakna tidak etis atau tidak bermoral. Disinilah perbaikan makna yang sebenarnya dibutuhkan agar tidak menyimpang dari apa yang diharapkan.

Moralitas sangat berkaitan dengan filsafat moral. Ini adalah fenomena yang berlaku bagi umat manusa diseluruh dunia dan menjadikan manusia sangat berbeda dengan binatang. Jika binatang sama sekali tak bisa membedakan hal baik dan buruk dan sesuatu yang pantas dilakukan atau tidak, maka manusia dilahirkan dengan tanggung jawab untuk bersikap sesuai dengan moral.

Lalu jika secara teori saja sudah demikian, apakah tidak malu jika kita berbuat di luar batasan moral?

 

Indahnya dunia ketika kita dapat saling berbagi.


Pernah menuliskan salah satunya?

filsafat moral (200), pengertian filsafat moral (53), makalah filsafat moral (30), filsafat moral adalah (19), definisi filsafat moral (18), makalah filsafat moral max hokrheimen (2), 

Leave a Reply