siputro.com

Home » Pendidikan Indonesia, Umum » Mematenkan kebiasaan Membaca sebagai Budaya Indonesia

pasang iklan murah

Mematenkan kebiasaan Membaca sebagai Budaya Indonesia

May 1st, 2011 Admin 1934 Views 0 Comments

inoputro(dot)info, mematenkan kebiasaan membaca sebagai budaya Indonesia.

Lebih dari separuh abad Indonesia merdeka dan eksistensi Indonesia dalam kancah negara-negara masih belum bisa dikatakan berhasil secara signifikan. Ada satu hal yang perlu kita perhatikan, agar bisa dipertimbangkan dalam kancah internasional secara mendalam, budaya pendidikan di Indonesia perlulah mencakup kebiasaan membaca untuk mencapai keberhasilan pendidikan Indonesia.

“Masalah budaya membaca melatih kita untuk berfikir dan mendalami suatu gagasan. Apabila sikap ini menjadi sebuah kebiasaan akan melahirkan kemampuan untuk menyampaikan gagasan dan menemukan ide baru yang lebih baik. Namun sayangnya sikap positif ini tidak didukung oleh media.”

Memiliki berbagai macam budaya merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia, namun itu seharusnya tidak dijadikan sebagai sebuah kebanggan saja, namun juga dibarengi dengan ikhtiar untuk memajukan anak bangsa untuk dipercaya mengelola dan menjaga budaya Indonesia hingga akhir masa. Apabila masyarakat tidak memiliki budaya membaca, perlahan-lahan Negara akan mengalami ketertinggalan dari negara-negara lain. Beberapa ahli berpendapat kurangnya budaya membaca dan pergeseran budaya disebabkan oleh kemampuan masyarakat Indonesia yang kurang dalam membeli buku secara rutin. Bagi mereka harga buku masih terbilang cukup mahal dimata masyarakat.

Sistem pendidikan Indonesia pun berperan penting dalam mengembangkan budaya membaca. Tanpa budaya positif ini, masyarakat umum tidak akan mampu mengikuti perkembangan teknologi, riset dan produktivitas lain dengan mata terbuka. Pada dasarnya, budaya membaca yang diinginkan adalah konsep membaca yang tidak hanya dipahami secara literer tapi juga komprehensif. Ini tidak hanya memahami tiap rangkai huruf dan menyimpulkan makna yang tersirat pada setiap deretan kata, tapi juga memaknai tiap peristiwa dan mengambil pelajaran hidup dari masalah tersebut. Dengan kemampuan membaca secara kompleks ini, kemampuan masyarakat Indonesia akan menatap kehidupan yang lebih baik akan semakin terasah.

Prosentase masyarakat terhadap latar budaya membaca bisa terlihat dari survey yang diadakan pada sejumlah negara. Di Inggris, terdapat 100.000 judul buku yang diterbitkan setiap tahun, sedangkan Malaysia dengan 15.000 judul per tahun. Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia hanya berkisar pada angka 5.000 untuk produksi buku tiap tahun. Ini sungguh fakta yang cukup membuat miris ketika berkaca pada jumlah penduduk Indonesia yang jauh lebih besar daripada Malaysia.

Dari hasil survey dan fenomena tersebut, dapat disimpulkan bahwa Indonesia memiliki penduduk yang masih kurang terasah dalam membuat sebuah gagasan untuk lebih maju dan membuat pemikiran yang lebih terkini dalam menyikapi suatu soal. Apabila kesimpulan ini digunakan sebagai salah satu dasar perubahan sistem pendidikan Indonesia, maka pemerintah Indonesia akan berhasil mencetak generasi muda yang hebat dan kaya akan gagasan. Kesempatan ini pun bisa dipergunakan untuk mengurangi angka kemiskinan.

Masalah budaya membaca melatih kita untuk berfikir dan mendalami suatu gagasan. Apabila sikap ini menjadi sebuah kebiasaan akan melahirkan kemampuan untuk menyampaikan gagasan dan menemukan ide baru yang lebih baik. Namun sayangnya sikap positif ini tidak didukung oleh media. Serangan promosi media yang begitu gencar memikat masyarakat Indonesia terpikat pada sajian sinetron dan film yang ada di TV. Menikmati sajian di TV memang sangat bermanfaat untuk menghilangkan kejenuhan dan menyegarkan pikiran yang sumpek.

Namun jika dilakukan secara terus menerus, akan berakibat pada ketergantungan terhadap TV. Kebiasaan ini membuat orang lupa waktu dan mematikan sikap positif untuk melahirkan suatu gagasan baru di kehidupan sehari-hari karena otak hanya terbiasa bekerja untuk menikmati latar budaya suatu karya, bukan untuk menghasilkan karya. Inilah fenomena yang mengandung bahaya laten bagi generasi bangsa.

Tekhnologi memang tidak bisa kita tinggalkan, tapi apakah kita harus membiarkan jika tekhnologi hanya memberikan kita hal negatif???

Demi bangsa kita, bangsa Indonesia.

 

Indahnya dunia ketika kita dapat saling berbagi.


Pernah menuliskan salah satunya?

budaya membaca (30), budaya membaca di indonesia (18), artikel budaya membaca (11), kebiasaan membaca (10), apakah budaya membaca itu (9), makalah budaya membaca (9), artikel budaya indonesia 2011 (6), artikel budaya baca di indonesia (6), budaya membaca indonesia (5), bUDAYA MEMBACA ORANG INDONESIA (4), artikel masalah budaya (3), kurangnya budaya membaca (3), karya tulis budaya membaca (3), makalah judul budaya membaca (3), budaya baca indonesia (3), judul artikel kemampuan membaca (2), artikel tentang kebiasaan membaca (2), makalah tentang budaya membaca di indonesia (2), tingkat membaca orang indonesia (2), makalah tentang budaya membaca (2), makalah kebudayaan baca diindonesia (2), makala tentang budaya kebiasaan (2), kebudayaan membaca orang inggris (2), kebudayaan membaca (2), kebiasaan membaca di indonesia (2), 

Anda baru saja membaca Mematenkan kebiasaan Membaca sebagai Budaya Indonesia. Artikel ini ditulis di dalam kategori Pendidikan Indonesia, Umum. Anda bebas mengshare artikel ini, namun gunakanlah etika yang baik dengan tetap menuliskan sumber link artikel Mematenkan kebiasaan Membaca sebagai Budaya Indonesia ini.
Daftarkan email anda untuk berlangganan artikel kami:
Jangan lupa konfirmasi via email, ya!

Commonwealth Life Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik Indonesia

Artikel lain:

Leave a Reply to this Post

= 4+7 [required]

Pasang Iklan, SEO Jaguars, Jaguar 2, Fair Gadget, Yoetama, Terapi Diabetes, Dana Usaha

Cerpen Sobat
  • Menara Angin

    cerpen menara angin

    [...] Kami nggak mentingin pertemuan sebagai alasan buat ngehambat hubungan ini, yang jelas kami cocok satu sama lain. Di saat kelulusan nanti waktu yang tepat. [...]

  • Zee’s Hand Diary

    nikah lo pikir mudah

    [...] Ini diaryku kisah tentang hidupku kisah nyataku. Tak peduli sebesar apa ketidaksukaan orang lain bagiku cemo’ohan mereka, penyemangat kebangkitanku. [...]

  • Kesuma Bunda (Ibuku Pahlawanku)

    nikah lo pikir mudah

    [...] Bunda nggak nyangka anakku sendiri bahkan tak bisa bersikap baik padaku. Mungkin ini memang salah Bunda yang nggak pernah menceritakan semuanya padamu [...]

  • Ku Hampir Kuncup

    ku hampir kuncup

    [...] “Oh, tidak. Ya Allah apakah sekeras ini cobaan yang Engkau berikan?” Rintihku mrnyesakkan dada, hingga rasanya aku tak sanggup untuk bernafas. [...]

  • Nikah??? Lo pikir Gampang!!

    nikah lo pikir mudah

    [...] Mungkin bener kata orang-orang tua, Rona pamali waktu ngambil barang hujan deres banget dan saat akan dibawa ke rumah Randy di malah nangis dan noleh [...]

sejarawan.com
jokam palembang
pasang iklan baris