Mematenkan kebiasaan Membaca sebagai Budaya Indonesia

inoputro(dot)info, mematenkan kebiasaan membaca sebagai budaya Indonesia.

Lebih dari separuh abad Indonesia merdeka dan eksistensi Indonesia dalam kancah negara-negara masih belum bisa dikatakan berhasil secara signifikan. Ada satu hal yang perlu kita perhatikan, agar bisa dipertimbangkan dalam kancah internasional secara mendalam, budaya pendidikan di Indonesia perlulah mencakup kebiasaan membaca untuk mencapai keberhasilan pendidikan Indonesia.

“Masalah budaya membaca melatih kita untuk berfikir dan mendalami suatu gagasan. Apabila sikap ini menjadi sebuah kebiasaan akan melahirkan kemampuan untuk menyampaikan gagasan dan menemukan ide baru yang lebih baik. Namun sayangnya sikap positif ini tidak didukung oleh media.”

Memiliki berbagai macam budaya merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia, namun itu seharusnya tidak dijadikan sebagai sebuah kebanggan saja, namun juga dibarengi dengan ikhtiar untuk memajukan anak bangsa untuk dipercaya mengelola dan menjaga budaya Indonesia hingga akhir masa. Apabila masyarakat tidak memiliki budaya membaca, perlahan-lahan Negara akan mengalami ketertinggalan dari negara-negara lain. Beberapa ahli berpendapat kurangnya budaya membaca dan pergeseran budaya disebabkan oleh kemampuan masyarakat Indonesia yang kurang dalam membeli buku secara rutin. Bagi mereka harga buku masih terbilang cukup mahal dimata masyarakat.

Sistem pendidikan Indonesia pun berperan penting dalam mengembangkan budaya membaca. Tanpa budaya positif ini, masyarakat umum tidak akan mampu mengikuti perkembangan teknologi, riset dan produktivitas lain dengan mata terbuka. Pada dasarnya, budaya membaca yang diinginkan adalah konsep membaca yang tidak hanya dipahami secara literer tapi juga komprehensif. Ini tidak hanya memahami tiap rangkai huruf dan menyimpulkan makna yang tersirat pada setiap deretan kata, tapi juga memaknai tiap peristiwa dan mengambil pelajaran hidup dari masalah tersebut. Dengan kemampuan membaca secara kompleks ini, kemampuan masyarakat Indonesia akan menatap kehidupan yang lebih baik akan semakin terasah.

Prosentase masyarakat terhadap latar budaya membaca bisa terlihat dari survey yang diadakan pada sejumlah negara. Di Inggris, terdapat 100.000 judul buku yang diterbitkan setiap tahun, sedangkan Malaysia dengan 15.000 judul per tahun. Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia hanya berkisar pada angka 5.000 untuk produksi buku tiap tahun. Ini sungguh fakta yang cukup membuat miris ketika berkaca pada jumlah penduduk Indonesia yang jauh lebih besar daripada Malaysia.

Dari hasil survey dan fenomena tersebut, dapat disimpulkan bahwa Indonesia memiliki penduduk yang masih kurang terasah dalam membuat sebuah gagasan untuk lebih maju dan membuat pemikiran yang lebih terkini dalam menyikapi suatu soal. Apabila kesimpulan ini digunakan sebagai salah satu dasar perubahan sistem pendidikan Indonesia, maka pemerintah Indonesia akan berhasil mencetak generasi muda yang hebat dan kaya akan gagasan. Kesempatan ini pun bisa dipergunakan untuk mengurangi angka kemiskinan.

Masalah budaya membaca melatih kita untuk berfikir dan mendalami suatu gagasan. Apabila sikap ini menjadi sebuah kebiasaan akan melahirkan kemampuan untuk menyampaikan gagasan dan menemukan ide baru yang lebih baik. Namun sayangnya sikap positif ini tidak didukung oleh media. Serangan promosi media yang begitu gencar memikat masyarakat Indonesia terpikat pada sajian sinetron dan film yang ada di TV. Menikmati sajian di TV memang sangat bermanfaat untuk menghilangkan kejenuhan dan menyegarkan pikiran yang sumpek.

Namun jika dilakukan secara terus menerus, akan berakibat pada ketergantungan terhadap TV. Kebiasaan ini membuat orang lupa waktu dan mematikan sikap positif untuk melahirkan suatu gagasan baru di kehidupan sehari-hari karena otak hanya terbiasa bekerja untuk menikmati latar budaya suatu karya, bukan untuk menghasilkan karya. Inilah fenomena yang mengandung bahaya laten bagi generasi bangsa.

Tekhnologi memang tidak bisa kita tinggalkan, tapi apakah kita harus membiarkan jika tekhnologi hanya memberikan kita hal negatif???

Demi bangsa kita, bangsa Indonesia.

 

Indahnya dunia ketika kita dapat saling berbagi.


Pernah menuliskan salah satunya?

budaya membaca (30), budaya membaca di indonesia (18), artikel budaya membaca (11), kebiasaan membaca (10), makalah budaya membaca (9), bUDAYA MEMBACA ORANG INDONESIA (4), karya tulis budaya membaca (3), artikel masalah budaya (3), tingkat membaca orang indonesia (2), kebudayaan membaca orang inggris (2), makalah tentang budaya membaca di indonesia (2), artikel kebudayaan masyarakat indonesia (2), artikel tentang kebiasaan membaca (2), artikel bahasa indonesia tentang membaca (2), artikel masalah kebudayaan Indonesia (2), makalah tentang masalah kebudayaan di indonesia (1), kebiasaan membaca yang kurang rutin (1), makalah problem budaya indonesia (1), macam macam 10 kebudayan (1), macam-macam teknik membaca di indonesia (1), makalah artikel tentang masalah pajak diatas tahun 2011 (1), skripsi tentang budaya membaca (1), perkembangan budaya membaca anak di Indonesia (1), makalah sikap budaya indonesia dan paud (1), pengertian budaya membaca menurut ahli (1), 

Mematenkan kebiasaan Membaca sebagai Budaya Indonesia was last modified: May 1st, 2011 by inoputro

Artikel Terkait Mematenkan kebiasaan Membaca sebagai Budaya Indonesia

Pengertian Strategi Pembelajaran SPPKB

Pengertian Strategi Pembelajaran SPPKB

Pengertian Strategi Pembelajaran SPPKB – siputRO.com. Sebaik apapun proses pembelajaran

Reserve …

Reserve …

Gerakan bersih-bersih SEO untuk mendukung hidup dunia maya yang

Analisis Tingkatan Kurikulum Part. 3

Analisis Tingkatan Kurikulum Part. 3

Perbandingan dengan standar isi SMP <<== lanjutan dari analisis

Ayo Level Up (Bagian Kedua)

Ayo Level Up (Bagian Kedua)

Kita lanjutkan pembahasan kita yang sebelumnya. Pada pembahasan sebelumnya,

No Responses to “Mematenkan kebiasaan Membaca sebagai Budaya Indonesia”

Add Your Comment