Mau Ngenet Aja kok Repot

inoputro(dot)com, mau ngenet aja kok repot.

Kecewa, satu kata yang bisa saya ucapkan pada provider *hree. Kenapa tidak, dulu provider internet untuk modem GSM ini menjadi salah satu favorit di sini. Bahkan banyak teman saya yang telah saya rekomendasikan menggunakan provider ini.

Saya sendiri beralih dari provider *m3 ke provider ini karena rekomendasi dari teman saya. Puas bahkan sangat puas melihat kinerjanya. Untuk rate download normal bisa tembus 30 kbps. Jika ditambah dengan IDM sekitar 50 kbps. Cukup luar biasa bukan untuk modem Huawei yang berlari di daerah pedesaan seperti tempat saya.

Bukan hanya saya saja, tapi banyak teman saya yang beralih ke provider ini. Mereka yang rata-rata pengguna provider CDMA *mart banyak alih provider menggunakan provider *hree. Tidak jauh berbeda, kata puas yang juga keluar dari mulut mereka. Untuk awal memang terasa sangat membantu. Dengan harga yang cukup bersahabat (DULU) yakni hanya 99ribu untuk paket unlimited 1 bulan.

Tak lama dari itu cobaan pun datang. Ntah mungkin rugi atau apa, provider jaringan GSM ini menaikkan tarifnya. Paket yang tadinya merupakan paket unlimited berubah menjadi paket kuota. Walaupun memang masih *berjudul paket unlimited, tapi jika kuota habis kecepatan aksesnya akan di batasi hingga tidak lebih dari 60 kbps. Bandingkan saja dengan kecepatan normal yang bisa mencapai 250 kbps.

Seakan kurang puas dengan cukup banyaknya pelanggan, provider *hree ini menaikan lagi tarifnya menjadi 2x lipat. Paket kuota yang tadinya 35ribu/1GB dinaikan menjadi 50ribu/1GB. Paket kuota yang tadinya 50ribu/2GB dinaikan menjadi 75ribu/2GB. Dan yang paling penting paket kantong anak kosan 25ribu/0,5GB hilang. Yang bikin kesel naiknya tarif ini bukan naik begitu saja tapi ditandai dengan downnya server provider hampir selama 3 harian.

Yah, apa mau dikata, namanya provider orang bukan punya kita. Pelanggan ya cuma nurut saja apa kata yang di atas. Salah satu jalan ya kurangin uang jajan. Sedikit demi sedikit untuk modal perpanjangan kuota.

Ternyata modal ikhlas saja tidak cukup. Hari ini tepatnya sebelum artikel ini di posting. Hampir 10 kios pulsa saya datangi dengan niat membeli vocer *hree untuk perpanjangan kuota. Tapi tidak satupun yang bisa melayani pembelian voucer T50. Kenapa demikian? Usut asal diusut ternyata banyak pembelian voucer yang telah terkirim tapi pulsa belum masuk. Dan ini tentunya merugikan para pedagang.

. . . .

Ini merupakan salah satu contoh kurang profesionalnya provider-provider GSM/CDMA di Indonesia. Bukan hanya prihal seperti ini saja. Tapi juga banyak provider-provider lain yang memboyong kata ‘MURAH’ untuk sponsornya. Namun semua itu tidak di imbangi dengan perbaikan mutu ‘bahkan dikurangi’. Jadi bisa saya katakan tidak ada arti dari kata ‘murah tapi tidak murahan‘ tapi yang benar adalah ‘ada harga ada barang’.

Semoga hal-hal yang seperti ini tidak menjadi budaya di negeri kita tercinta, Indonesia.

 

Indahnya dunia ketika kita dapat saling berbagi.

14 Responses to “Mau Ngenet Aja kok Repot”
  1. rumputliar 10/06/2011
  2. dhiena 08/06/2011
  3. Agus Salim 06/06/2011
    • inoputro 06/06/2011
  4. Socorro Tolzmann 25/05/2011
  5. Ladida Cafe 24/05/2011

Leave a Reply