Apa Kabar Pendidikan Indonesia?

inoputro(dot)com, apa kabar pendidikan Indonesia?

Pagi yang cerah untuk jiwa yang sepi ketika seorang pemuda berjalan dengan langkah tegapnya menuju kampus tempatnya berkuliah. Sejuknya pagi membuatnya bersemangat untuk menghadiri kuliah siang hari ini. Hari demi hari dia jalani dengan menempuh pendidikan guna meraih cita-citanya.

“Hakikat pendidikan sudah bergeser sejalan dengan waktu. Pendidikan yang seharusnya bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan pembukaan UUD 1945 kini telah beralih fungsi menjadi lahan materialistik. Kurangnya kesadaran bagi pemerintah dan tenaga pendidik akan hakikat sebenarnya dari pendidikan menjadi pemicunya.”

Ditengah lamunannya tanpa sadar beberapa pasang mata tengah memperhatikannya. Seolah melihat dengan sebelah mata membuat pemuda itu sungkan untuk menegur atau hanya sekedar tersenyum.

“anak muda jaman sekarang. Tiap hari kuliah, belajar, ngabisin uang. Padahal mereka belum tentu bisa mendapatkan pekerjaan setelah kuliah.”

“iy mereka hanya bisa menyusahkan orang tua”

“bener banget itu, di kampungku banyak orang yang merantau untuk kuliah tapi akhirnya mereka hanya bisa menganggur. Paling pol mereka ngajar les.”

Percakapan sekumpulan orang itu cukup membuat pemuda tersebut kesal. Betapa tidak, ternyata serendah itu derajat orang yang ingin belajar. Dia hanya bisa menahan perasaan kecewanya. Hanya bisa diam dan hingga akhirnya pemuda itu berinisiatif menceritakan pengalaman ini di blog pribadinya.

. . .

Sepenggal cerita diatas menggambarkan tentang dunia pendidikan kita secara umum. Yaitu menggambarkan bagaimana definisi pendidikan di dalam masyarakat umum. Tak heran memang jika melihat mereka tidak percaya akan pendidikan yang ada di Indonesia. Walaupun ini memang salah satu perwujudan dari rasa kecewa masyarakat terhadap pembangunan di sektor pendidikan yang terbengkalai dan kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Pada umumnya di era sekarang pendidikan hanya diartikan secara materialistik. Seseorang dikatakan sukses menimba ilmu jika dia sudah memilik materi yang cukup. Tanpa melihat bagaimana perjuangan sebenarnya. Tanpa melihat hakikat sebenarnya dari pendidikan itu.

Hakikat pendidikan sudah bergeser sejalan dengan waktu. Pendidikan yang seharusnya bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan pembukaan UUD 1945 kini telah beralih fungsi menjadi lahan materialistik. Kurangnya kesadaran bagi pemerintah dan tenaga pendidik akan hakikat sebenarnya dari pendidikan menjadi pemicunya.

Seorang guru akan malas mengajar jika gajinya sedikit. Walaupun memang materi itu sangat penting. Tapi seharusnya ada profesional dari seorang guru yang harus sadar akan tugasnya. Begitu juga dengan pemerintah. Sekolah hanya dioptimalkan di kehidupan perkotaan (itu juga yang optimal) tanpa memperhatikan bibit-bibit emas yang ada di daerah plosok Indonesia. Padahal setiap anak berhak atas itu.

Lantas jika budaya Indonesia sudah begini, siapa yang harus disalahkan? Akankah kita penyalahkan pemerintah? Atau tenaga pengajar?

Tahun 2011, 66 tahun Indonesia merdeka, bukanlah saatnya kita mencari kambing hitam. Jika ingin semuanya berbeda, jika ingin semuanya berubah, mari wujudkan dari hal-hal yang terkecil. Dan yang terdekat adalah mulailah dari diri kita masing-masing. Tanamkan bahwa budaya pendidikan kita tidak dapat ditukar dengan hal-hal materialistik. Yakinlah bahwa bangsa kita adalah bangsa yang cerdas yang dapat bersaing dengan bangsa lain. Terlebih bagimu, pemerintahku.

Indahnya dunia ketika kita dapat saling berbagi.


Pernah menuliskan salah satunya?

apa kabar oendidikan indonesia hari ini (1), 

11 Responses to “Apa Kabar Pendidikan Indonesia?”
  1. Rere 13/05/2011

Leave a Reply