Tentang Budaya Malu

inoputro(dot)com, Sekelumit masalah tentang budaya malu.

“tek,,tek,,tek,,,” bunyi ketika koin uang 5 ratusan bersentuhan dengan kaca pintu sebuah bis.
Seorang pemuda yang tengah menjalani rutinitasnya sehari-hari datang mendekati bis tersebut

“mau kemana kak,,”
“biasalah, kampus,,”
“seep,, ayo naik,,”

Budaya tidak malu (guilt culture) adalah budaya dimana seseorang melakukan sesuatu atas dasar rasa tau dirinya, tau bagaimana kodratnya sebagai manusia. Budaya ini menghubungkan pelakunya dengan rasa sadar akan dosa.”

kenek biz itu pun mempersilahkan pemuda tersebut untuk masuk ke dalam bis.

Posisi bis yang penuh sesak memang sering mewarnai kehidupannya. Penuh, sesak, desak-desakan, bahkan tidak jarang konflik terjadi antar penumpang bahkan dengan kenek bis itu sendiri. Akan tetapi dia hanya menganggap ini sebagai hiburan semata. Belum lagi jika ada bonusnya. Bonus?? Ya, tak jarang seorang wanita cantik yang telah menarik perhatiannya seakan menjadi hadiah terindah walaupun di bungkus dengan suasana yang kurang mendukung.

Cciiitt,, di tengah lamunanya derit rem bis yang berhenti membuatnya melepaskan lamunannya. Tak lama kemudian seorang Ibu dengan menggendong bayinya masuk ke dalam bis yang sudah penuh. Mungkin ada alasan tersendiri seorang ibu ini tahan berdiri di dalam bis. Kita tidak bisa menyalahkan bisnya. Toh, memang ibu itu sendiri yang mau.

Terbesit rasa ingin menolong dari pemuda tersebut. Setelah menimbang merasakan dan melihat situasi yang ada, pemuda tersebut mempersilahkan ibu tadi untuk duduk di tempatnya. Dengan wajah yang tetap tersenyum pemuda tersebut berdiri di tengah-tengah penumpang lainnya.

Itu merupakan sepenggal cerita realita yang tentunya dapat kita pelajari, tentang rumitnya budaya malu itu. Benar saja tentunya banyak sekali alasan bagi pemuda tersebut untuk mempersilahkan Ibu itu untuk duduk. Budaya malu dan budaya tidak malu akan menjelaskan itu semua.

Budaya malu (shame culture) merupakan budaya dimana seseorang melakukan sesuatu atas dasar malu. Malu apabila dia tidak melakukannya maka dia akan di cemooh oleh orang lain. Dan itu menjadi motivasinya. Ingin di lihat seakan seorang pahlawan.

Berbeda dengan budaya tidak malu tentunya. Budaya tidak malu (guilt culture) adalah budaya dimana seseorang melakukan sesuatu atas dasar rasa tau dirinya, tau bagaimana kodratnya sebagai manusia. Budaya ini menghubungkan pelakunya dengan rasa sadar akan dosa. Seperti seorang pemuda yang setulus hati mempersilahkan seorang Ibu duduk karena dia sadar. Sadar akan perbedaan seorang wanita dan laki-laki. Terlebih dengan sikon yang ada.

Selain contoh diatas tentunya kita bisa melihat banyak contoh lain yang ada di lapangan. Yang umum saja tentang tingkah laku para koruptor, para penguasa sekarang, dan contoh-contoh sosial masyarakat lain yang mana mereka hanya mementingkan Ego mereka sendiri. Tanpa sadar akan hakikat suatu perbuatan.

Kebanyakan dari mereka hanya mementingkan budaya malunya. Malu apabila mereka tidak dipandang lebih oleh orang lain. Walaupun benar itu memang lumrah saja dilakukan oleh seseorang. Tapi yang jadi pertanyaan apakah sesuatu yang buruk itu harus kita pelihara? Jawabnya pasti tidak.

Oleh karena itu marilah kita hapuskan budaya malu (bukan g boleh punya malu ya,,, :)) dan mari kita tanamkan budaya tidak malu demi pribadi yang lebih baik lagi.
Ada yang punya pendapat lain???

 

Indahnya dunia ketika kita dapat saling berbagi.


Pernah menuliskan salah satunya?

budaya malu (75), pengertian budaya malu (26), shame culture and guilt culture (14), perbedaan shame culture dan guilt culture (8), arti budaya malu (6), definisi budaya malu (4), cerpen tentang budaya malu (3), contoh cerita budaya malu (2), guilt culture adalah (2), pengertian shame culture and guilt culture (2), budaya malu adalah (2), definisi shame culture (2), makalah budaya malu (2), artikel tentang budaya malu (2), tanamkan budaya malu (2), malu berbudaya (1), pengertian dan contoh tentang rasa malu (1), pengertian shame (1), pengertian shame culture (1), pengertian shamed culture (1), sekelumit tentang sejarah sosial adura (1), makalah tentang guilt culture (1), makalah tentang budaya malu (1), artikel budaya menyalahkan orang lain (1), artikel tentang malu (1), 

Tentang Budaya Malu was last modified: August 27th, 2011 by inoputro

Artikel Terkait Tentang Budaya Malu

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1432 H

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1432 H

Pernah menuliskan salah satunya?ucapan selamat puasa (1), Selamat Menunaikan Ibadah

Untung Blackberry-ku Berasuransi

Untung Blackberry-ku Berasuransi

inoputro(dot)com, untung blackberry-ku berasuransi. Sedih sekali jika barang yang

FairGadget.com The Best Gadget Online Store

FairGadget.com The Best Gadget Online Store

FairGadget.com The Best Gadget Online Store. Gadgets, everyone in

Intuisiblog.com Berpindah Tangan

Intuisiblog.com Berpindah Tangan

Akhirnya intuisiblog.com resmi berpindah tangan hari ini. Baru beberapa

30 Responses to “Tentang Budaya Malu”

  1. Posted by ayu
    • Posted by inoputro
  2. Posted by Dian
  3. Posted by oketrik
  4. Posted by ijial
  5. Posted by Made Budi

Add Your Comment