siputro.com

Home » Umum » Tentang Budaya Malu

pasang iklan murah

Tentang Budaya Malu

April 26th, 2011 Admin 3505 Views 30 Comments

inoputro(dot)com, Sekelumit masalah tentang budaya malu.

“tek,,tek,,tek,,,” bunyi ketika koin uang 5 ratusan bersentuhan dengan kaca pintu sebuah bis.
Seorang pemuda yang tengah menjalani rutinitasnya sehari-hari datang mendekati bis tersebut

“mau kemana kak,,”
“biasalah, kampus,,”
“seep,, ayo naik,,”

Budaya tidak malu (guilt culture) adalah budaya dimana seseorang melakukan sesuatu atas dasar rasa tau dirinya, tau bagaimana kodratnya sebagai manusia. Budaya ini menghubungkan pelakunya dengan rasa sadar akan dosa.”

kenek biz itu pun mempersilahkan pemuda tersebut untuk masuk ke dalam bis.

Posisi bis yang penuh sesak memang sering mewarnai kehidupannya. Penuh, sesak, desak-desakan, bahkan tidak jarang konflik terjadi antar penumpang bahkan dengan kenek bis itu sendiri. Akan tetapi dia hanya menganggap ini sebagai hiburan semata. Belum lagi jika ada bonusnya. Bonus?? Ya, tak jarang seorang wanita cantik yang telah menarik perhatiannya seakan menjadi hadiah terindah walaupun di bungkus dengan suasana yang kurang mendukung.

Cciiitt,, di tengah lamunanya derit rem bis yang berhenti membuatnya melepaskan lamunannya. Tak lama kemudian seorang Ibu dengan menggendong bayinya masuk ke dalam bis yang sudah penuh. Mungkin ada alasan tersendiri seorang ibu ini tahan berdiri di dalam bis. Kita tidak bisa menyalahkan bisnya. Toh, memang ibu itu sendiri yang mau.

Terbesit rasa ingin menolong dari pemuda tersebut. Setelah menimbang merasakan dan melihat situasi yang ada, pemuda tersebut mempersilahkan ibu tadi untuk duduk di tempatnya. Dengan wajah yang tetap tersenyum pemuda tersebut berdiri di tengah-tengah penumpang lainnya.

Itu merupakan sepenggal cerita realita yang tentunya dapat kita pelajari, tentang rumitnya budaya malu itu. Benar saja tentunya banyak sekali alasan bagi pemuda tersebut untuk mempersilahkan Ibu itu untuk duduk. Budaya malu dan budaya tidak malu akan menjelaskan itu semua.

Budaya malu (shame culture) merupakan budaya dimana seseorang melakukan sesuatu atas dasar malu. Malu apabila dia tidak melakukannya maka dia akan di cemooh oleh orang lain. Dan itu menjadi motivasinya. Ingin di lihat seakan seorang pahlawan.

Berbeda dengan budaya tidak malu tentunya. Budaya tidak malu (guilt culture) adalah budaya dimana seseorang melakukan sesuatu atas dasar rasa tau dirinya, tau bagaimana kodratnya sebagai manusia. Budaya ini menghubungkan pelakunya dengan rasa sadar akan dosa. Seperti seorang pemuda yang setulus hati mempersilahkan seorang Ibu duduk karena dia sadar. Sadar akan perbedaan seorang wanita dan laki-laki. Terlebih dengan sikon yang ada.

Selain contoh diatas tentunya kita bisa melihat banyak contoh lain yang ada di lapangan. Yang umum saja tentang tingkah laku para koruptor, para penguasa sekarang, dan contoh-contoh sosial masyarakat lain yang mana mereka hanya mementingkan Ego mereka sendiri. Tanpa sadar akan hakikat suatu perbuatan.

Kebanyakan dari mereka hanya mementingkan budaya malunya. Malu apabila mereka tidak dipandang lebih oleh orang lain. Walaupun benar itu memang lumrah saja dilakukan oleh seseorang. Tapi yang jadi pertanyaan apakah sesuatu yang buruk itu harus kita pelihara? Jawabnya pasti tidak.

Oleh karena itu marilah kita hapuskan budaya malu (bukan g boleh punya malu ya,,, :) ) dan mari kita tanamkan budaya tidak malu demi pribadi yang lebih baik lagi.
Ada yang punya pendapat lain???

 

Indahnya dunia ketika kita dapat saling berbagi.


Pernah menuliskan salah satunya?

budaya malu (75), pengertian budaya malu (26), shame culture and guilt culture (14), 10 budaya malu guru (9), perbedaan shame culture dan guilt culture (8), arti budaya malu (6), shame culture vs guilt culture (5), definisi budaya malu (4), 10 budaya malu (4), artikel budaya malu (3), 9 budaya malu (3), cerpen tentang budaya malu (3), masalah ego masalah tingkahlaku guru (2), pengertian shame culture and guilt culture (2), cerita budaya malu (2), contoh cerita budaya malu (2), makalah budaya malu (2), mewujudkan budaya malu (2), guilt culture adalah (2), definisi shame culture (2), PENGERTIAN DARI BUDAYA MALU (2), perbedaan kepribadian dan etika malu (2), budaya malu guru (2), tanamkan budaya malu (2), 7 budaya malu (2), 

Anda baru saja membaca Tentang Budaya Malu. Artikel ini ditulis di dalam kategori Umum. Anda bebas mengshare artikel ini, namun gunakanlah etika yang baik dengan tetap menuliskan sumber link artikel Tentang Budaya Malu ini.
Daftarkan email anda untuk berlangganan artikel kami:
Jangan lupa konfirmasi via email, ya!

Commonwealth Life Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik Indonesia

Artikel lain:

30 Responses to “Tentang Budaya Malu”

  1. ayu says:

    lmayann..!!!

    but,, it penglaman sndiri ea???

    ckckkckc

  2. Dian says:

    Bagus tulisan nya..
    salut deh saya…
    keep posting ya.. :)

  3. oketrik says:

    hialngkan budaya tidak malu melakukan hal benar tapi hilangkan malu apabila kita melakukan hal salah :D

  4. ijial says:

    mantab sob, perubaan pemang musti dari perorangan, semoga makin banyak yang sadar malu

  5. Made Budi says:

    Budaya tidak malu menurut anda memang perlu dikembang tumbuhkan, artinya mereka melakukan dengan sadar berdasarkan hati dan perilaku positif yang tertanam dijiwa, bukan budaya malu tetapi merugikan orang banyak.

    Ok sharingnya mas bro

Trackbacks/Pingbacks

 

Leave a Reply to this Post

= 4+7 [required]

Pasang Iklan, SEO Jaguars, Jaguar 2, Fair Gadget, Yoetama, Terapi Diabetes, Dana Usaha

Cerpen Sobat
  • Menara Angin

    cerpen menara angin

    [...] Kami nggak mentingin pertemuan sebagai alasan buat ngehambat hubungan ini, yang jelas kami cocok satu sama lain. Di saat kelulusan nanti waktu yang tepat. [...]

  • Zee’s Hand Diary

    nikah lo pikir mudah

    [...] Ini diaryku kisah tentang hidupku kisah nyataku. Tak peduli sebesar apa ketidaksukaan orang lain bagiku cemo’ohan mereka, penyemangat kebangkitanku. [...]

  • Kesuma Bunda (Ibuku Pahlawanku)

    nikah lo pikir mudah

    [...] Bunda nggak nyangka anakku sendiri bahkan tak bisa bersikap baik padaku. Mungkin ini memang salah Bunda yang nggak pernah menceritakan semuanya padamu [...]

  • Ku Hampir Kuncup

    ku hampir kuncup

    [...] “Oh, tidak. Ya Allah apakah sekeras ini cobaan yang Engkau berikan?” Rintihku mrnyesakkan dada, hingga rasanya aku tak sanggup untuk bernafas. [...]

  • Nikah??? Lo pikir Gampang!!

    nikah lo pikir mudah

    [...] Mungkin bener kata orang-orang tua, Rona pamali waktu ngambil barang hujan deres banget dan saat akan dibawa ke rumah Randy di malah nangis dan noleh [...]

sejarawan.com
jokam palembang
pasang iklan baris